BNNP Sumsel Bongkar Dugaan Jaringan Narkoba Internasional, 47 Kg Sabu dan 9.439 Ekstasi Disita
Petugas juga menemukan 101 cartridge berisi cairan yang mengandung narkotika Golongan II dengan berat bruto 892 gram dan 39 cartridge lainnya dengan berat bruto 380 gram. Selain itu, satu bungkus kristal putih dengan berat bruto 1.076 gram turut diamankan sebagai barang bukti.
Terungkapnya keterlibatan MB bermula saat dirinya dihubungi seseorang berinisial AP pada Sabtu (15/8/2026). Saat itu, AP diduga menawarkan pekerjaan kepada MB sebagai kurir sabu.
Selanjutnya, dua hari kemudian, seorang pria yang belum diketahui identitasnya menghubungi MB dan mengirimkan lokasi serta foto sebuah karung berwarna putih yang disebut berisi narkotika. MB kemudian mengambil karung tersebut dan membawanya ke rumah.
Setibanya di rumah, narkotika tersebut dipindahkan ke dalam tas dan disimpan di lemari kamar. Namun, aktivitas itu kemudian terendus petugas BNNP Sumsel. Saat dilakukan penggeledahan pada 19 Agustus 2026, sejumlah barang bukti narkotika ditemukan dan MB langsung diamankan.
Sementara itu, pengungkapan kedua dilakukan terhadap DD. Pria berusia 46 tahun tersebut diamankan petugas di sebuah SPBU yang berada di Jalan Sriwijaya Raya, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir, pada Selasa (25/8/2026).
DD ditangkap saat sedang mengendarai mobil Daihatsu Terios warna hitam dan mengantre untuk mengisi bahan bakar. Petugas kemudian melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan tersebut dan menemukan 43 bungkus plastik warna biru yang diduga berisi sabu.
Dari pemeriksaan tersebut, total berat bruto sabu yang ditemukan mencapai 43.000 gram atau 43 kilogram. Jika digabungkan dengan barang bukti dari tersangka MB, total sabu yang berhasil diamankan BNNP Sumsel dari dua pengungkapan tersebut mencapai 47,076 kilogram.
Hisar mengungkapkan, DD diduga juga telah beberapa kali menjalankan tugas sebagai kurir narkotika. Berdasarkan pengakuan DD saat pemeriksaan, dirinya mengaku baru sekali melakukan pengiriman. Namun, catatan penyelidikan BNNP Sumsel menunjukkan dugaan bahwa DD telah melakukan pengiriman hampir lima kali.
“Kalau catatan kita dari pengakuan dia sudah melakukan pengiriman satu kali. Tapi catatan BNNP pelaku sudah mengirim hampir lima kali mengantar. Secara lisan mengatakan lima kali, tapi pada saat di-BAP dia bilang sekali,” ungkap Hisar.


