Pasca letusan dahsyat Gunung Semeru, Lumajang tetapkan tanggap darurat 7 hari

Pasca letusan dahsyat Gunung Semeru, Lumajang tetapkan tanggap darurat 7 hari
Awan panas letusan Gunung Semeru diabadikan warga (Dok. istimewa)
PERISTIWA
Rabu, 19 Nov 2025  21:31

Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang terpantau erupsi pada Rabu (19/11/2025) sekitar pukul 14.13 WIB. PVMBG melaporkan jarak luncur awan panas saat erupsi kurang dari 13 kilometer. 

Dilihat secara visual, awan panas guguran teramati dengan jarak luncur 13 kilometer mengarah ke tenggara dan selatan. Di samping itu, juga teramati satu kali awan panas kurang dari 13 kilometer ke arah tenggara-selatan Besuk Kobokan. 

Sebelumnya, PVMBG menetapkan kenaikan aktivitas vulkanik Gunung Semeru dari level II atau waspada ke level III atau siaga pada Rabu (19/11/2025) pukul 16.00 WIB. Namun, berselang satu jam, tepatnya 17.00 WIB, status aktivitas vulkanik dinaikkan ke level tertinggi, yakni IV atau awas.

PVMBG merekomendasikan beberapa Langkah kepada masyarakat sekitar Gunung Semeru, sebagai berikut: 

Pertama, tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 20 kilometer dari puncak (pusat erupsi).

Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar.

Kedua, tidak beraktivitas dalam radius 8 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).

Waspada potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.

<<
1
2
Tampilkan Semua
TAG:
#gunung semeru
#erupsi
#bnpb
#bpbd
#lumajang
#gunung berapi
Berita Terkait
Rekomendasi
1
2
3
4
5
6
7
Indeks Berita