Keluarga Pasien Kecewa Pelayanan RSUD Pasaman Barat, Media Online Talamau Desak Bupati dan DPRD Evaluasi Menyeluruh
MOT meminta Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat tidak menunggu hingga muncul korban atau keluhan berikutnya untuk melakukan pembenahan.
Bupati bersama DPRD Pasaman Barat dinilai memiliki tanggung jawab moral dan kelembagaan untuk memastikan rumah sakit daerah memberikan pelayanan yang layak kepada masyarakat.
Evaluasi bukan berarti mencari-cari kesalahan tenaga medis.
Evaluasi justru diperlukan untuk mengetahui apakah standar operasional pelayanan telah berjalan sebagaimana mestinya, apakah ketersediaan dokter spesialis mencukupi, bagaimana mekanisme pelayanan pasien, serta bagaimana pengawasan terhadap kedisiplinan tenaga kesehatan.
Jika ditemukan pelanggaran, tentunya harus ada tindakan sesuai aturan. Namun apabila tidak ditemukan pelanggaran, hasil pemeriksaan tersebut juga harus disampaikan secara transparan kepada publik.
Jangan Sampai Masyarakat Takut Berobat
Kasus yang disampaikan keluarga almarhumah SM hendaknya menjadi momentum bagi RSUD Pasaman Barat untuk berbenah.
Kepercayaan masyarakat terhadap rumah sakit pemerintah tidak dibangun hanya melalui gedung yang megah atau peralatan medis yang lengkap, tetapi melalui pelayanan yang cepat, ramah, profesional, transparan, dan manusiawi.
Media Online Talamau juga meminta manajemen RSUD Pasaman Barat memberikan klarifikasi terkait keluhan keluarga almarhumah SM, termasuk kronologi pelayanan, kehadiran dokter spesialis yang disebut keluarga pasien, serta langkah medis yang telah dilakukan sebelum pasien meninggal dunia.
Klarifikasi tersebut penting agar masyarakat memperoleh informasi yang berimbang dan tidak hanya mendengar dari satu pihak.


