Keluarga Pasien Kecewa Pelayanan RSUD Pasaman Barat, Media Online Talamau Desak Bupati dan DPRD Evaluasi Menyeluruh
"Saya berharap jangan sampai ada pasien lain yang mengalami apa yang dialami ibu saya. Kalau memang ada kekurangan dalam pelayanan, tolong diperbaiki.
Jangan sampai masyarakat yang datang berobat justru merasa kecewa karena pelayanan yang mereka terima," harapnya.
Menyikapi keluhan tersebut, Media Online Talamau mendesak Bupati Pasaman Barat H. Yulianto, S.H., M.H. bersama Ketua DPRD Pasaman Barat Dirwansyah,S.H untuk memberikan perhatian serius terhadap kualitas pelayanan RSUD Pasaman Barat.
MOT menilai rumah sakit daerah merupakan salah satu wajah utama pelayanan pemerintah kepada masyarakat.
Karena itu, setiap keluhan mengenai keterlambatan pelayanan, komunikasi dokter dengan pasien, maupun persoalan lainnya tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa.
Jika benar terdapat dokter yang tidak berada di tempat atau pelayanan yang tidak berjalan sesuai ketentuan, maka hal tersebut perlu diperiksa secara objektif oleh pihak rumah sakit dan pemerintah daerah.
Sebaliknya, apabila terdapat informasi yang tidak sesuai dengan fakta medis, pihak rumah sakit juga harus diberikan ruang untuk memberikan klarifikasi secara terbuka agar persoalan tidak berkembang menjadi kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Intinya, pelayanan kesehatan tidak boleh kehilangan sisi kemanusiaannya.
Pasien yang datang ke rumah sakit bukan sekadar nomor rekam medis.
Mereka adalah manusia yang datang membawa harapan untuk mendapatkan pertolongan. Di sisi lain, keluarga pasien juga membutuhkan kepastian dan komunikasi yang jelas dari pihak rumah sakit.
Bupati dan DPRD Diminta Jangan Tutup Mata


