Gejolak Timur Tengah Bisa Naikkan Harga Minyak, Maung dan Rajawali Tekankan Pentingnya Energi Alternatif
LANGKAH ANTISIPASI DAN SERUAN BERSAMA
Hady juga mencatat bahwa pemerintah dan PT Pertamina telah mengambil sejumlah langkah mitigasi, antara lain:
- Pengalihan sumber impor minyak mentah dan LPG dari kawasan Timur Tengah ke negara alternatif seperti Amerika Serikat, Angola, Brasil, dan Venezuela;
- Penguatan pasokan bensin jadi dari kawasan Asia Tenggara yang relatif lebih aman dari gangguan konflik di Timur Tengah.
Namun langkah pemerintah saja belum cukup. Ia menegaskan perlunya kesiapan menyeluruh dari seluruh elemen bangsa, termasuk langkah strategis jangka panjang yang tidak boleh tertunda lagi:
"Pengalihan sumber impor hanyalah solusi sementara. Kita tidak boleh terus-menerus bergantung pada minyak bumi dari luar negeri. Pemerintah harus segera mempercepat pengembangan dan pemanfaatan energi alternatif sebagai pengganti BBM yang nyata dan terjangkau bagi masyarakat.
Pengembangan kendaraan listrik, biodiesel, bioetanol, gas alam, dan energi terbarukan lainnya harus menjadi prioritas nasional yang diwujudkan dalam kebijakan nyata, bukan sekadar wacana.
Infrastruktur pendukungnya harus dibangun merata, dan harganya harus terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat. Semakin cepat kita beralih ke energi mandiri dan terbarukan, semakin kecil Indonesia terguncang oleh gejolak perang di belahan dunia lain," tegasnya.
Lebih lanjut, ia mengajak masyarakat untuk ikut berperan aktif:
"Kepada seluruh masyarakat: mulailah berhemat energi, kurangi penggunaan kendaraan yang tidak perlu, gunakan transportasi umum, dan dukung pengembangan energi bersih di lingkungan kita.


