Abu vulkanis Anak Krakatau menyebar hingga Jakarta dan Sumatera
Sejumlah kendaraan di wilayah Lampung, tampak tertutup debu abu vulkanis Gunung Anak Krakatau, Minggu 6 September 2026. (Istimewa)
Minggu, 06 Sep 2026 08:20
Pemantauan melalui citra satelit menjadi salah satu cara untuk melihat perkembangan sebaran abu vulkanis, terutama ketika material erupsi bergerak mengikuti pola angin pada ketinggian yang berbeda.
Informasi tersebut penting untuk mengetahui potensi sebaran abu vulkanis Gunung Anak Krakatau terhadap wilayah daratan maupun perairan, termasuk kawasan di sekitar Selat Sunda dan wilayah yang lebih luas.
Masyarakat yang berada di wilayah yang terpantau dalam cakupan sebaran abu vulkanis diimbau mengikuti informasi serta rekomendasi resmi dari pihak berwenang, terutama PVMBG dan BMKG.
Sebab, arah dan luas sebaran abu vulkanis Gunung Anak Krakatau dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti dinamika aktivitas erupsi dan kondisi atmosfer.
Berita Terkait
Rekomendasi
1
2
3
4
5
6
7


