DPC LSM Maung Kubu Raya Sorot Jembatan Roboh: Pemerintah Harus Bertindak Cepat, Jangan Hanya Janji
“Kami dengar rencananya baru dibangun tahun depan? Itu terlalu lama! Bagaimana nasib warga yang harus bertahan berbulan-bulan bahkan hampir satu tahun lebih dengan kesulitan ini?
Ada jalur alternatif, tapi jauh dan sempit, tidak memadai untuk kebutuhan besar masyarakat. Ini yang kami kritik: kenapa perencanaan dan pemeliharaan tidak dilakukan jauh-jauh hari? Padahal kondisi jembatan ini sudah lama diketahui memprihatinkan,” tegas Yanto.
Menurutnya, sebagai organisasi pengawas, DPC MAUNG Kubu Raya menilai ada kelalaian dalam pemeliharaan berkala serta keterlambatan dalam menindaklanjuti rencana pembangunan yang sudah diketahui kebutuhannya sangat mendesak.
Jembatan ini juga merupakan akses menuju situs sejarah dan tempat ziarah Makam Raja Kubu, sehingga nilai pentingnya sangat luas, bukan hanya untuk ekonomi saja.
“Kami mewakili aspirasi masyarakat, meminta dua hal utama. Pertama, pemerintah segera melakukan penanganan darurat atau perbaikan sementara yang aman dan layak pakai, agar akses warga kembali terbuka meski terbatas.
Kedua, percepat proses administrasi dan anggaran pembangunan permanennya, jangan menunggu tahun depan. Uang rakyat digunakan, maka kenyamanan dan keselamatan rakyat harus jadi prioritas utama,” tambahnya.
Yanto kembali menegaskan sikap resmi DPC MAUNG Kubu Raya: organisasi ini akan terus mengawal masalah ini sampai tuntas. Pihaknya siap memantau setiap langkah yang diambil pemerintah.
Memastikan tidak ada lagi penundaan yang merugikan, serta memastikan pembangunan jembatan baru nanti benar-benar kokoh, berkualitas, dan menjamin keselamatan jangka panjang.
“Prinsip kami di MAUNG adalah mengawal hak rakyat. Jembatan ini hak masyarakat Kubu Raya. Kami tidak akan diamkan saja jika masalah ini dibiarkan berlarut-larut.


