Viral Dugaan Gratifikasi Alsintan OKI, Akbar Sampaikan Kronologi dan Bantah Terima Uang Rp50 Juta
OKI, AliansiNews.id.
Menyusul viralnya pemberitaan mengenai dugaan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) serta indikasi gratifikasi dalam pengurusan bantuan alat dan mesin pertanian (Alsintan) di lingkungan Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (KPTPH) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Akbar akhirnya menyampaikan klarifikasi secara terbuka.
Dalam keterangan kronologis yang disampaikannya pada Selasa (4/8/2026), Akbar membantah tudingan bahwa dirinya menerima uang sebesar Rp50 juta yang disebut sebagai uang muka (DP) pengurusan bantuan Alsintan jenis Combine Harvester.
Akbar menjelaskan, dirinya pertama kali mengenal I Made Sugianto setelah diperkenalkan oleh Bakron. Saat itu, Bakron datang menemuinya dan menceritakan bahwa I Made Sugianto telah menyerahkan uang DP untuk memperoleh bantuan Alsintan.
"Dari cerita Saudara Bakron itulah saya baru mengetahui bahwa Saudara Witopan Guritno alias Topan telah menerima atau mengambil uang yang diserahkan oleh Saudara I Made Sugianto," ujar Akbar.
Mendengar informasi tersebut, Akbar mengaku langsung berinisiatif mencari jalan penyelesaian. Ia meminta rekannya, Eka, menghubungi Topan agar mengajak I Made Sugianto bertemu dengannya di Kayuagung guna membahas dan meluruskan persoalan tersebut. Namun hingga sore hari, pertemuan yang direncanakan tidak pernah terlaksana.
Karena tidak ada kepastian, Akbar kemudian kembali menghubungi Bakron agar mempertemukannya secara langsung dengan I Made Sugianto.
Keesokan harinya, I Made Sugianto datang bersama Sutikno dan Bakron. Dalam pertemuan itu, menurut Akbar, I Made Sugianto menjelaskan bahwa dirinya telah menyerahkan uang sebesar Rp50 juta kepada Witopan Guritno alias Topan sebagai uang muka bantuan Alsintan jenis Combine Harvester.
Menanggapi penjelasan tersebut, Akbar menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak pernah menerima uang dimaksud.


