Siswa bawa bom ke sekolah, sosiolog UGM soroti kegagalan sistem pendidikan

Siswa bawa bom ke sekolah, sosiolog UGM soroti kegagalan sistem pendidikan
Personel Brimob Polda Sumbar berjaga di lokasi ledakan di MAN 3 Kota Padang, Selasa (14/07)
PPA & TPPO
Selasa, 28 Jul 2026  11:12

Menurut Andreas, perkembangan teknologi dan kemudahan mengakses media sosial membuat anak semakin rentan meniru berbagai konten kekerasan yang beredar di internet.

"Informasi yang serba-tidak sehat untuk tumbuh kembang anak itu membuat anak menjadi sebuah alat yang mengabsorpsi, dan bisa jadi justru menginspirasi anak-anak kita untuk mengikuti apa yang dilakukan oleh jejak-jejak kekerasan yang ditinggalkan oleh sosial media," katanya.

Ia menjelaskan kemampuan mimesis atau kecenderungan meniru perilaku yang dilihat di media sosial menjadi tantangan besar apabila tidak diimbangi dengan pendidikan karakter yang kuat.

Budaya dialog

Andreas menilai solusi atas persoalan tersebut tidak cukup hanya dengan memperketat pengamanan di lingkungan sekolah.

Menurutnya, akar persoalan harus diselesaikan melalui pembenahan sistem pendidikan, terutama dengan memperkuat budaya dialog agar anak memiliki ruang yang aman untuk menyampaikan masalah yang dihadapinya.

"Kita gali dari akar persoalan gunung es tentang perilaku anak sekolah yang melakukan ini maka kita perlu menukik ke hal yang lebih dalam merefleksikan kembali bagaimana sistem pendidikan kita dan bagaimana memperkuat budaya dialog bersama anak-anak kita," ujarnya.

Ia menambahkan, sistem pendidikan di Indonesia masih terlalu berfokus pada pencapaian akademik dibanding pembentukan karakter, empati, dan kemampuan mengelola emosi.

Di lingkungan keluarga pun, menurut Andreas, anak lebih sering menerima nasihat daripada diajak berdiskusi secara terbuka mengenai persoalan yang mereka alami.

<<
1
2
3
Berikutnya
Tampilkan Semua
TAG:
#bullying
#perundungan
#peelindungan anak
#ugm
#padang
Lembaga Aliansi Indonesia
Berita Terkait
Rekomendasi
1
2
3
4
5
6
7
Indeks Berita