Majunya Kaesang di Jateng disebut malapetaka politik bagi PDIP, Pengamat: Pengaruh Jokowi masih sangat besar
Heru juga menghubungkan dinamika tersebut dengan perubahan aturan mengenai ambang batas pencalonan presiden.
Menurutnya, setelah presidential threshold dihapus, setiap warga negara yang memenuhi syarat memiliki peluang untuk maju sebagai calon presiden.
"Artinya, siapa pun saat ini, tanpa melihat partai mana pun, setiap individu dan warga negara berhak dicalonkan menjadi presiden," ucapnya.
Karena itu, Heru mempertanyakan apakah Ganjar juga masih memiliki keinginan kembali bertarung pada Pilpres mendatang.
"Ini ada kaitannya dengan kesiapan Kaesang menjadi calon DPR RI Dapil V. Tentunya saya juga bertanya kepada Pak Ganjar, apakah juga siap atau mau maju sebagai capres lagi," katanya.
Ia menilai komentar Ganjar dapat dipahami sebagai bentuk respons politik atas masuknya Kaesang ke wilayah yang selama ini identik dengan PDIP.
"Ini tentunya akan menjadi level to level ketika Pak Ganjar memberikan komentar yang cenderung provokatif sebagai bentuk pembelaan terhadap wilayah atau kandang PDIP," imbuhnya.
Solo jadi modal politik PSI
Heru memandang Kaesang memiliki peluang besar meraih suara di Dapil V Jawa Tengah.

