Kematian Sutrimo penjaga rumah Febrie disebut peringatan buat menakuti yang lain
Pimpinan KPK periode 2015-2019, Saut Situmorang mengaitkan dugaan kematian tidak wajar Sutrimo, orang dekat mantan Jaksa Agung Muda bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) Febrie Adriansyah dengan teori China sha ji jing hou atau "membunuh ayam untuk menakut-nakuti monyet".
Meski demikian, Saut menegaskan hal tersebut masih sebatas hipotesis yang harus dibuktikan melalui proses penyelidikan.
"Teori ini bisa kita pakai. Peringatan buat yang lain, tapi itu analisis bisa salah. Itu hipotesis, kalau dalam penyelidikan itu kan hipotesis namanya," kata Saut dalam acara salah satu stasiun televisi dikutup, Rabu (5/8/2026).
Menurut dia, teori tersebut juga pernah disampaikan oleh Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi.
"Ini ada teori seperti ini, dan teman-teman di Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi sudah bicara ini. Sha ji jing hou, mau membunuh ayam di depan monyet, monyet pasti ketakutan," ujarnya.
Saut kemudian menyampaikan pandangannya terkait pola penanganan sejumlah perkara yang dikaitkan dengan Febrie. Namun, dia menegaskan hal tersebut merupakan analisis, bukan tuduhan.
"Sekarang ada tuduhan FA (Febrie) ini sekarang memakai teori ini mulai dari dilantik (menjadi Jampidsus) dari tahun 2022 sampai 2026. Diambil tapi kemudian enggak diselesaikan, supaya yang lain takut," ucapnya.
Saat ditanya apakah yang dimaksud adalah dugaan dilakukan Febrie dalam sejumlah perkara besar, Saut menjawab hal itu merupakan cara berpikir yang digunakan dalam menganalisis suatu persoalan.
"Ini pemikiran kita, karena kan saya bilang tadi kita harus sepakat memberantas korupsi memakai strategic thinking, pakai teori, pakai petuah-petuah lama. Ini buku tahun lama, 2.000 sebelum masehi," katanya.


