Logika Horor Kaum Piktor, Gaduh Ijazah Jokowi Tidak Akan pernah Selesai
“Orang sudah bikin ulah, bikin gadu, dengan meyakinkan ngomong di berbagai media, begitu terancam kok menyeret pihak-pihak lain. Ya pertanggung jawabkan dong, jangan lari terbirit-birit,” kata Syafei sambil tertawa.
Syafei juga menyebut minta perlindungan ke Komnas HAM itu salah alamat, karena masalah HAM itu terkait penindasan oleh aparat atau alat negara terhadap hak-hakmasyarakat sipil.
“Lha ini kan masalah hokum antara Roy Suryo selaku masyarkat sipil dengan Pak Jokowi yang juga masyarakat sipil, sama-sama saat ini berstatus sebagai warga negara biasa. Kalau Roy Suryo merasa punya hak menyampaikan pendapat, Pak Jokowi juga punya hak perlindungan hukum. Sama-sama punya hak, jangan lantas mewek (nangis –red). Negara melalui kepolisian hanya memfasilitasi warga negara , kemudian melakukan penyelidikan dan jika nanti ditemukan unsur pidana dinaikkan ke tahap penyidikan. Ini laporan Pak Jokowi masih tahap penyelidikan, udah mewek,” imbuhnya sambil tertawa.
Begitupun mengenai gugatan perdata terkait ijazah Jokowi di Pengadilan Negeri (PN) Surakarta,menurut Syafei juga salah alamat.
“Perdata itu kan sengketa terkait hak atau kepemilikan atau pelanggaran atas perjanjian kotrak, lha kalau ijazah Pak Jokowi apa yang disengketakan? PN Solo mestinya menyatakan 'tidak berwenang mengadili'. Putusannya mestinya NO. Lebih memungkinkan gugat ke PTUN. Tapi kalau ke PTUN pihak UGM dan SMA Jokowi yang digugat juga salah alamat, karena meski universitas dan SMA negeri, UGM dan SMAN 6 Surakarta merupakan lembaga pendidikan, bukan lembaga negara atau pemerintahan,” tegasnya.
Sehingga satu-satunya yang tidak ada perdebatan dan paling memungkinkan adalah melaporkan secara pidana seperti yang dilakukan oleh Egi Sujana cs ke Bareskrim Polri.
“Nah, dengan pernyataan Bareskrim Polri bahwa ijazah Pak Jokowi asli, permasalahan hokum terkait ijazah Jokowi sudah 100 persen selesai, tinggal Roy Suryo cs itu yang harus memertanggung jawabkan ulah mereka secara hukum. Kalau soal politik, orang nyari panggung atau nyari duit lewat memfitnah orang lain, ya itu lain soal dan nggak akan pernah selesai. Nggak usah berharap kaum piktor itu akan berubah, tapi tetap kita doakan semoga lekas sembuh,” pungkasnya.


