Siswa SMP korban bullying di Tangsel meninggal di RS
Hisyam dilarikan ke rumah sakit setelah peristiwa tragis 20 Oktober 2025. Di ruang kelasnya, saat jam istirahat hampir tiba, ia dipukul menggunakan bangku besi oleh teman sekelasnya. Pukulan itu mengenai kepala.
Menurut keluarga, itu bukan kali pertama. Sejak awal tahun ajaran, Hisyam disebut sering mengalami kekerasan hingga kerap pulang dengan tubuh lemas. Namun hari itu menjadi yang paling fatal.
Setelah pulang ke rumah, kondisi Hisyam memburuk cepat. Penglihatannya kabur, tubuhnya seperti lumpuh, dan sehari kemudian ia sudah tak memiliki tenaga untuk berdiri.
Keluarga baru diberi tahu sehari setelah kejadian, sebuah hal yang membuat mereka semakin terpukul.
“Kami baru tahu tanggal 21 Oktober 2025. Sudah terlambat,” kata Rizki, sepupu korban.
Mediasi sempat dilakukan. Pihak terduga pelaku disebut bersedia menanggung biaya pengobatan, namun janji itu tak pernah terrealisasi.
Keluarga merasa ditinggalkan, baik oleh pihak pelaku maupun pihak sekolah yang kemudian menyarankan mereka mengadu ke dinas tanpa ada pendampingan berarti.
Tindakan polisi
Perkara ini sempat ditangani Polres Tangerang Selatan. Tiga kali penyidik datang ke sekolah, lima orang telah dimintai keterangan awal.


