Kasus Pemalsuan Data dan Penggelapan Deposit di Salah Satu BMT Sragen Terus di Kembangkan, BPAN LAI Gerak Penelusuran Kumpulkan Data Dalam Pengembangan. Pihak Manager Siap Kooperaktif !

Kasus Pemalsuan Data dan Penggelapan Deposit di Salah Satu BMT Sragen Terus di Kembangkan, BPAN LAI Gerak Penelusuran Kumpulkan Data Dalam Pengembangan. Pihak Manager Siap Kooperaktif !
 
JATENG-DIY
Minggu, 22 Mei 2022  14:58

BPAN LAI Sragen sendiri berharap nantinya Polres Sragen mengungkap perkara tersebut dan nantinya dapat mengusut sampai tuntas baik dari pelaku sampai jaringannya termasuk motif memanipulasi datanya yang diduga ada pemalsuan.

“Kami harap diusut sampai tuntas, baik dalam transaksi penerima dana, pembuat data palsu yang men scan guna membuat terang peristiwa pidana ini. Disisi lain yang bersangkutan ini diduga jelas memalsukan kartu dan data dengan cara mencetak sendiri serta tanda tangan manager pun dipalsukan. Karena barang bukti sudah kami pegang, pihak BMT sudah mengamini dan siap kooperaktif mendukung kami," imbuhnya.

Sementara itu, pihak manager KSPPS BMT Nusa Umat Sejahtera Mohamad Faizin SE, juga selaku koordinator lapangan dari beberapa kantor cabang di Sragen saat dikonfirmasi menuturkan, pihaknya menduga uang tersebut dulunya dibawa kabur oleh oknum karyawannya sendiri. Lalu hal itu bermula sejak tahun 2018, dimana terduga pelaku mulai menarik uang tersebut kepada nasabahnya dengan menjanjikan keamanan serta bunga.

"Pihak kami justru berterima kasih terhadap BPAN LAI Sragen, hal ini demi citra instansi kami yang disalah gunakan oknum. Kami menyatakan siap kooperaktif apabila dipanggil pihak hukum nantinya," ungkapnya.

Kemudian dari rangkaian kasus itu, dana yang telah ditarik dari tabungan atau deposito milik nasabah (korban) berdasarkan pengakuannya senilai Rp70 juta sampai 90juta rupiah. 

Pihak BMT sendiri juga terkejut karena tidak merasa menerima deposit nasabah tersebut, setelah di cek lebih terkejut lagi karena kartu dan slip setoran berbeda dengan yang dikeluarkan kantor serta bukan tanda tangan pihaknya atau dipalsukan.

“Berdasarkan hasil pengecekan kami, bilyet deposito tersebut tidak pernah diterbitkan oleh kantor kami dan sama sekali tidak tercatat pada sistem klien, serta juga tidak ditemukan adanya setoran dana nasabah untuk deposito tersebut. Berdasarkan bukti dan fakta tersebut, kuat dugaan deposito tersebut dipalsu.” ujarnya. (Tim)

<<
1
2
Tampilkan Semua
TAG:
#penggelapan
#deposit
#sragen
Berita Terkait
Rekomendasi
1
2
3
4
5
6
7
Indeks Berita