Kematian Vina Cirebon, polisi sebut kecelakaan tunggal, tapi hp dan motor tidak ada yang rusak

Polisi awalnya menyebut kematian Vina dan kekasihnya Muhamad Rizky Rudiana atau Eky delapan tahun lalu karena kecelakaan tunggal.
Namun pihak keluarga mulai curiga, bermula saat keluarga memeriksa barang milik almarhumah setelah tiga hari Vina meninggal. Kejanggalan terlihat dari Handphone dan motor almarhumah Vina.
Hal itu diungkapkan oleh kakak alm. Vina, Marliyana, saat bersama keluarga bertemu Tim Hotman Paris 911, Kamis 16 Mei 2024, di Mall Central Park di jalan Letjen S. Parman, Taman Sari, Jakarta Barat.
"Dari mana kamu ketahui yang tadinya kecelakaan tunggal di BAP polisi berubah menjadi pembunuhan dan penganiayaan?" tanya Hotman Paris kepada Kakak Vina, Marliyana.
"Sesudah 3 hari adik saya, Vina meninggal barulah kami satu keluarga merasakan ada kejanggalan. Karena saat di rumah sakit, polisi mengatakan adik saya meninggal akibat kecelakaan tunggal. Makanya, kami melaporkan ke polisi," ungkapnya.
Menurutnya, berdasarkan barang milik adiknya itu keluarga Vina merasakan adanya kecurigaan. Terlebih, adiknya disebutkan mengalami kecelakaan tunggal.
"Namanya kecelakaan tunggal atau kecelakaan hebat saat di rumah sakit seperti dikatakan polisi pasti barang adik saya ada yang rusak. Kecelakaan sampai hebat itu kenapa motor dan handphone adik saya tidak rusak. Kan aneh," lanjutnya.
"Bukti handphone dan motor masih utuh, kemudian saya kasih ke bapaknya almarhum yang cowok karena dia polisi pangkatnya Aiptu bertugas di Polres Cirebon. Tidak lama kemudian pelaku ditangkap ada 7 pelaku, kemudian menyusul 1 pelaku ditangkap," tukasnya.
Pelaku yang masih buron anak polisi?
Marliyana juga buka suara terkait dugaan salah satu pelaku yang masih buron dan dinyatakan DP0 merupakan anak oknum aparat.
"Apakah benar mengenai kabar yang beredar menyebutkan salah satu dari tiga pelaku yang masih DPO adalah anak anggota oknum aparat?" tanya Hotman Paris kepada Kakak Vina, Marliyana.
"Jadi, ungkapan itu saya dengar dari rekaman yang ada di handphone almarhumah," tegas Marliyana.
Menurutnya, kebenaran kabar tersebut tentu masih dicari oleh pihak keluarga.
"Saya dan keluarga masih mencari tahu kebenarannya terkait hal itu (anak oknum aparat). Itu kan berdasarkan pembicaraan adik saya di handphone-nya, karena ada rekamannya," tuturnya.
"Saya hanya meminta agar Polisi bisa mengusut tuntas kasus adik saya ini," ucapnya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Jules Abraham Abast membantah jika orang tua salah satu terduga pelaku yang masih DPO adalah dari anggota kepolisian.
"Saat ini ketiga tersangka yang masih berstatus DPO, dari hasil pemeriksaan hingga penyidikan baik di Polres Cirebon Kota, Polda Jabar hingga persidangan. Kami memastikan tidak ada yang menyebutkan, yang menyampaikan bahwa ketiga identitas DPO dari keluarga atau anak anggota kepolisian," tukasnya.











