Open BO berujung pemerasan, ASN BPN tewas jatuh dari lantai 12

Open BO berujung pemerasan, ASN BPN tewas jatuh dari lantai 12
Foto: Polisi menunjukkan foto kedua tersangka yang terlibat dalam tewasnya ASN BPN Nias saat konpers di Polrestabes Medan, Sumatera Utara, Rabu (15/7/2026).
DAERAH
Kamis, 16 Jul 2026  16:20

Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Nias meninggal dunia setelah diduga menjadi korban pemerasan saat memesan layanan kencan daring (open BO) di sebuah apartemen di Kota Medan. Korban ditemukan tewas usai terjatuh dari balkon lantai 12 Apartemen Skyview pada Jumat (10/7/2026) dini hari.

Dalam penyelidikan kasus tersebut, Polrestabes Medan telah menetapkan dua perempuan berinisial FR (31) dan JS (29) sebagai tersangka.

Keduanya diduga melakukan intimidasi dan pemerasan terhadap korban hingga berujung pada peristiwa tragis tersebut.

Peristiwa bermula sekitar pukul 03.30 WIB ketika korban memesan layanan melalui aplikasi kencan daring. Korban awalnya memilih FR, namun saat bertemu, FR datang bersama rekannya, JS.

Karena wajah FR disebut tidak sesuai dengan foto yang ditampilkan di aplikasi, korban membatalkan pesanan tersebut dan memilih menggunakan jasa JS.

Korban kemudian membayar biaya pembatalan kepada FR sebesar Rp500 ribu serta membayar tarif layanan JS senilai Rp850 ribu.

Setelah korban dan JS berada di dalam kamar apartemen, situasi berubah ketika korban diduga meminta layanan tambahan.

JS kemudian memanggil FR masuk ke dalam kamar. Kedua perempuan itu diduga mulai menekan korban agar memberikan uang tambahan sebesar Rp4,5 juta.

Mereka juga meminta korban memperlihatkan saldo rekeningnya sebagai bukti bahwa masih memiliki uang.

Merasa tertekan dan terus didesak, korban mundur ke arah balkon apartemen sambil mengancam akan melompat apabila kedua perempuan tersebut tidak menghentikan aksinya.

Namun, menurut hasil penyelidikan, salah satu pelaku justru menantang korban dengan mengatakan, "Ya sudah, loncat saja kalau berani."

Beberapa saat kemudian, korban benar-benar melompat dari balkon lantai 12 dan meninggal dunia di lokasi kejadian.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Adrian Risky Lubis, membenarkan bahwa kedua perempuan tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka dan saat ini ditahan untuk menjalani proses hukum. Hasil pemeriksaan juga menunjukkan keduanya negatif mengonsumsi narkoba.

Atas dugaan pemerasan yang disertai intimidasi hingga menyebabkan korban meninggal dunia, FR dan JS dijerat dengan pasal pemerasan serta pasal berlapis terkait dugaan menghasut seseorang untuk melakukan bunuh diri.

Polisi masih terus melengkapi berkas perkara dan mendalami seluruh rangkaian peristiwa sebelum kasus dilimpahkan ke kejaksaan.

TAG:
#open bo
#medan
#pemerasan
Berita Terkait
Tunggak pajak Rp250 Miliar, Bobby Nasution segel Mal Centre Point Medan
Tunggak pajak Rp250 Miliar, Bobby Nasution segel Mal Centre Point Medan
Tunggak pajak Rp250 Miliar, Bobby Nasution segel Mal Centre Point Medan
Tunggak pajak Rp250 Miliar, Bobby Nasution segel Mal Centre Point Medan
Rekomendasi
1
2
3
4
5
6
7
TNI konfirmasi ledakan gudang amunisi di Madiun, 1 prajurit tewas dan 6 terluka
Bom sisa perang dunia II meledak di Biak Numfor, 9 orang tewas dan 6 terluka
Gudang amunisi TNI AD di Madiun meledak, sejumlah prajurit jadi korban
Selain Bobby Rizaldi, Dirjen BPK Widhi Widayat juga diperiksa KPK terkait kasus Muara Enim
Sinergitas TNI-POLRI Dengan Warga Binaan
Indeks Berita