Selat Hormuz dibuka, kapal tanker Pertamina masih tertahan

Selat Hormuz dibuka, kapal tanker Pertamina masih tertahan
Foto: Kapal Tanker Pertamina (VesselFinder/VF)
INTERNASIONAL
Rabu, 08 Apr 2026  16:37

Iran menyatakan akan membuka jalur pelayaran aman di Selat Hormuz selama dua minggu ke depan di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat (AS).

Meski demikian, dua kapal tanker milik Pertamina masih terlihat tertahan di kawasan tersebut.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan jalur aman itu akan diberlakukan melalui koordinasi dengan angkatan bersenjata Iran dengan mempertimbangkan keterbatasan teknis.

“Selama dua minggu, jalur aman melalui Selat Hormuz akan dimungkinkan melalui koordinasi dengan angkatan bersenjata Iran dan dengan mempertimbangkan keterbatasan teknis,” tulis Araghchi di platform X, dikutip AFP, Rabu (8/4/2026).

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyetujui penundaan serangan terhadap Iran selama dua minggu dengan sejumlah syarat, termasuk permintaan agar Teheran membuka kembali Selat Hormuz secara penuh dan aman.

Dalam pernyataan yang diunggah Gedung Putih, Trump menyebut keputusan itu diambil setelah komunikasi dengan sejumlah pihak, termasuk Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif dan Marsekal Lapangan Asim Munir.

“Berdasarkan percakapan, saya setuju untuk menangguhkan pengeboman dan serangan terhadap Iran selama periode dua minggu. Ini akan menjadi gencatan senjata dua arah,” ujar Trump.

Ia juga menyebut peluang tercapainya kesepakatan damai dengan Iran cukup besar, termasuk adanya proposal 10 poin yang diklaim menjadi dasar negosiasi lanjutan antara kedua negara.

Di tengah ketegangan tersebut, dua kapal tanker milik Pertamina International Shipping (PIS), yakni Pertamina Pride dan Gamsunoro, dilaporkan masih tertahan di kawasan Teluk Persia akibat situasi keamanan di Selat Hormuz.

Berdasarkan data dari situs pemantau kapal VesselFinder, Pertamina Pride menurunkan jangkar di perairan Arab Saudi dekat Pelabuhan Ras Tanura dan bersiap menuju Cilacap.

Kapal ini merupakan tanker minyak mentah (crude oil) yang dibangun pada 2021 dan berusia lima tahun, serta berlayar di bawah bendera Singapura. Posisi terakhir dilaporkan berada di Teluk Persia dengan jadwal sebelumnya tiba di Cilacap pada 2 April 2026 pukul 09.00 WIB.

Sementara itu, Gamsunoro berada di kawasan Teluk Persia dan sebelumnya tercatat dalam perjalanan dari Irak menuju Uni Emirat Arab. Kapal ini merupakan crude oil tanker yang dibangun pada 2014, berusia 12 tahun, dan berlayar di bawah bendera Panama.

Posisi terakhir dilaporkan berada di Teluk Persia dengan kecepatan 0,1 knot, setelah seharusnya tiba di Uni Emirat Arab pada 31 Maret 2026 pukul 05.00 waktu setempat.

Kondisi tertahannya kedua kapal ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di jalur strategis Selat Hormuz yang menjadi titik penting distribusi minyak global.

Pertamina memastikan kapal dalam kondisi aman dan terus memantau perkembangan situasi sebelum melanjutkan pelayaran.

TAG:
#selat hormuz
#iran
#trump
#amerika
#israel
Berita Terkait
Gencatan Senjara, Israel Masih Serang Iran, Trump Geram
Gencatan Senjara, Israel Masih Serang Iran, Trump Geram
Gencatan Senjara, Israel Masih Serang Iran, Trump Geram
Gencatan Senjara, Israel Masih Serang Iran, Trump Geram
Rekomendasi
1
2
3
4
5
6
7
Apresiasi Tinggi Ketum Maung & Rajawali: Langkah Prabowo Tegaskan Tak Ada Yang Kebal Hukum
Polda Sumsel Perkuat Komitmen Rekrutmen Presisi, Ribuan Casis Ikuti Sidang Menuju Rikkes II Tahun 2026
Perkuat Solidaritas Sosial, Pimpinan RAJAWALI Kalbar dan PBM Sintang Bahas Pelestarian Budaya dan Stabilitas Masyarakat
Dari Pesantren untuk Indonesia, Polda Sumsel dan JKSN Kolaborasi Perkuat Wawasan Kebangsaan
Proyek Peningkatan Jalan Trans Sabbang Tallang Sae di Seko Disorot, Material Yang Digunakan Diduga Ilegal
Indeks Berita