Karhutla dan kabut asap makin parah, Aliansi Kalteng gelar Demo 19 Oktober

Aliansi Masyarakat Kalimantan Tengah Melawan berencana menggelar demonstrasi bertajuk "Peringatan Darurat Karhutla dan Kabut Asap" pada Senin (19/10/2026).
Aksi jilid III tersebut dijadwalkan berlangsung di kantor gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), dengan titik kumpul massa di Taman TVRI mulai pukul 12.00 WIB.
Aksi demo karhutla di Kalteng itu digelar untuk menyuarakan kekhawatiran masyarakat terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap yang makin parah dan dinilai mengancam keselamatan dan kesehatan warga.
Berdasarkan seruan aksi yang beredar, aliansi mengajak masyarakat sipil di Kalteng untuk bergabung dan menyampaikan tuntutan terkait penanganan karhutla dan kabut asap.
Ajakan tersebut juga menyoroti perlunya tanggung jawab pemerintah dalam menangani persoalan lingkungan yang berdampak pada kehidupan masyarakat.
“Kalimantan Tengah darurat karhutla dan kabut asap!” demikian salah satu seruan yang disampaikan dalam ajakan aksi tersebut, dikutip dari Instagram @bemfisipupr.
Aliansi Masyarakat Kalimantan Tengah Melawan menilai karhutla serta kabut asap yang berkepanjangan telah menjadi ancaman serius bagi masyarakat.
Dalam seruan aksi, kondisi tersebut disebut berpotensi mencemari udara, mengganggu kesehatan, dan memengaruhi kehidupan warga.
Melalui aksi jilid III, aliansi mengajak masyarakat yang peduli terhadap persoalan lingkungan dan keselamatan warga untuk menyatukan suara.
Massa juga didorong mengawal tuntutan kepada pemerintah agar penanganan karhutla dan kabut asap menjadi perhatian.
Seruan tersebut turut memuat pesan agar negara bertanggung jawab dalam menangani persoalan karhutla di Kalteng.
Aksi ini menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan keprihatinan terhadap dampak kebakaran hutan dan lahan serta kondisi kabut asap.
Aliansi turut menyerukan agar masyarakat mengawal tuntutan rakyat dan mendesak pemerintah bertanggung jawab atas persoalan karhutla dan kabut asap di Kalteng.
Hingga informasi ini disusun, belum terdapat keterangan mengenai jumlah massa yang diperkirakan hadir, perincian tuntutan aksi, maupun rekayasa lalu lintas di sekitar lokasi demonstrasi.
Informasi mengenai pelaksanaan aksi demonstrasi, tanggapan pemerintah daerah, serta perkembangan situasi di sekitar kantor gubernur Kalimantan Tengah masih perlu dikonfirmasi kepada pihak penyelenggara dan kepolisian setempat.












