Bongkar permainan kotor Febrie Adriansyah, Susno Duaji: Sudah dipantau sejak lama

Mantan Kabareskrim Polri Susno Duadji menegaskan, bahwa mantan Jampidsus Febrie Adriansyah telah dikuntit sejak lama terkait dugaan kasus korupsi batu bara, Krakatau Steel, hingga asuransi Asabri.
"Saya punya informasi yang memang A1. Namun, saya tidak mau menyebutkan informasi dari mana karena memang saya dahulu orang dalam (ordal)," ucap Susno Duadji dikutip dari podcast Akbar Faizal Uncensored, Minggu (26/7/2026).
Menurutnya, dugaan korupsi yang dilakukan oleh Febri Adriansyah sudah diikuti kepolisian sejak lama.
"Jadi, ceritanya itu sudah sekian tahun yang lalu, kemudian baru dimunculkan oleh Polri ke permukaan. Menurut keterangan persnya terkait dengan PLN batu bara. Jika, berbicara batu bara tentu kebutuhan listrik, sehingga adanya terjadi black out tetapi jauh sebelum adanya black out. Lalu terkait dengan kasus baja Krakatau Steel, kemudian satu lagi terkait asuransi Asabri," katanya.
Susno Duaji mengatakan, Febrie Adriansyah memang sudah lama diikuti jejak kenakalan dalam korupsi. Hal itu diakibatkan banyak laporan yang masuk ke penegak hukum.
"Ini sudah lama, kita balik kembali ke tahun 2025 atau tahun di mana dia mulai diikuti. Namun, sekarang terbuka semua soal nguntit kepada saudara Febrie, karena banyak laporan terhadap FA ini sudah banyak masuk," tambahnya.
"Laporan itu masuk bukan hanya ke Kortastipikor Polri saja, tetapi masuk juga kepada Polri masuk, KPK, Kejaksaan Agung, dan juga kepada Jamwas. Saya juga meyakini Jamwasnya yang sekarang menjabat. Jamwas itu dahulu sudah dapat laporan soal ini (Febrie). Sama laporannya tentang pada Polri mengenai perilaku-perilaku ini terkait batu bara," tambahnya.
Ia kemudian memberikan secara detail bagaimana dugaan cara bermain Febrie Adriansyah untuk melakukan korupsi.
"Batu bara misalkan, itu kan dipasok sama perusahaan di Kalimantan, kita tidak usah sebutkan namanya. Bicara batu bara tentu bicara jutaan ton. Nah, dari jutaan ton itu, PLN minimal gar-nya harus 4.000 tetapi yang dipasok gar 3.000," ungkapnya.
"Bukan salah dari tambang, karena kan tambang itu menjual bukan membeli, yang membeli itulah pemasoknya. Nah, dari sini terjadi korupsi permainan uang, di mana gar 3.000 dengan gar 4.000 ada selisih harga yang cukup besar bisa mencapai 300.000. Di sinilah yang dimainkan," tambahnya.
Menurutnya, dari hasil permainan korupsi tersebut bisa menghasilkan triliunan.
"Anda bayangkan saja kalau masuknya jutaan ton, taruh lah kita anggap 2 juta ton. Kalau 2 juta ton dikalikan selisihnya Rp 200.000 apa enggak Rp 400 miliar dan itu hanya sekali ya. Coba bayangkan, kalau sekian tahun sudah berapa banyak," bebernya.
Susno Duaji meminta kepada kejaksaan untuk benar-benar transparan terhadap kasus korupsi yang diduga dilakukan Febrie Adriansyah.
"Nah, di sinilah permainan itu enta menyuap FA atau FA meminta jatah dari kelebihannya. Tentu, kejaksaan yang paling tahu karena berkasnya ada di kejaksaan. Kita sebagai rakyat berharap karena berkas penyidikan sudah di kejaksaan maka kita minta supaya disidik lagi," tambahnya.
Tidak berhenti di situ saja, Susno Duaji juga membongkar soal praktik permainan asuransi Asabri.
"Ada yang menikmati duitnya, kemudian duit itu dibelikan saham batu bara yang sampai sekian triliun. Namun, pada saat itu Pitsus yang menyidik perkara ini itu (saham batu bara) dilelang. Harga misalkan Rp 10 triliun dan dilelang hanya tinggal 10%. Pertanyaan saya kemana yang Rp 9 triliun? Kong kalikongnya di situ. Termasuk Krakatau Steel," ungkapnya.
"Jadi dia ini permainan menyisihkan tersangka yang seharusnya 10 tersangka bisa dikurangi menjadi lima atau empat, kemudian permainan juga dilihat dari nilai barang bukti yang semestinya. Termasuk perkaranya Mahkamah Agung, Zarob Richard. Sudah terpantau juga. Pintarnya FA ini, tidak dijadikan tersangka yang menangani perkara yang di-handle oleh Zarob," lanjutnya.
Susno Duadji juga meminta agar masyarakat harus waspada saat Febrie Adriansyah mulai masuk ke persidangan. Ia khawatir ada permainan dalam pemilihan hakim dan jaksa.
"Ini yang kita khawatirkan, kalau seandainya Febrie ini masuk sidang tetapi hakim-hakim yang menyidangkan apakah ada orang-orang di antara hakim ini sudah tersandra? Ini saya bicara fakta," tutupnya.












