Misteri kematian penjaga rumah eks Jampidsus Febrie, busa di mulut Sutrimo jadi petunjuk awal

Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan forensik untuk memastikan penyebab kematian seorang pria bernama Sutrimo yang ditemukan tak bernyawa di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Temuan busa di mulut dan hidung korban disebut menjadi salah satu petunjuk awal, namun belum bisa dijadikan dasar kesimpulan.
“Penyelidikan dilakukan secara profesional, hati-hati, dan sesuai ketentuan untuk memperoleh fakta secara utuh. Karena prosesnya masih berjalan, kami belum dapat menyimpulkan penyebab kematian almarhum,” kata Bhudi, Minggu (26/7/2026).
Petunjuk busa di mulut dan analisis ilmiah
Dalam praktik forensik, kondisi seperti busa di area mulut dan hidung kerap dikaitkan dengan sejumlah kemungkinan, mulai dari gangguan pernapasan, keracunan, hingga kondisi medis tertentu.
Namun indikasi tersebut tidak berdiri sendiri dan harus diperkuat dengan hasil autopsi serta pemeriksaan laboratorium.
Karena itu, polisi menekankan pentingnya scientific crime investigation untuk menghindari bias persepsi.
Seluruh temuan di lokasi kejadian akan diuji dan dikonfirmasi melalui analisis medis-forensik sebelum ditarik kesimpulan akhir.
Pemeriksaan saksi dan rekam medis
Sejauh ini, penyidik telah memeriksa sejumlah pihak, termasuk keluarga korban, pengemudi ambulans, serta tenaga medis dari klinik dan rumah sakit yang menangani korban.
Rekam medis, riwayat pemesanan ambulans, serta lokasi awal korban ditemukan juga turut didalami.
Sutrimo diketahui sempat berada di Klinik Mordent, Kebayoran Baru, sebelum dibawa ke RS Muhammadiyah Taman Puring.
Pihak rumah sakit menyatakan korban telah meninggal dunia saat tiba.











