Zewwy Salim: Kebersamaan Umat Buddha Wujud Nyata Semangat Indonesia Maju. Bhikkhu Bhadra Murti: Waisak Harus Jadi Momen Menebar Kasih dan Kedamaian
Rangkaian perayaan dimulai sejak pukul 08.00 WIB, diawali dengan prosesi pradaksina, dilanjutkan puja bhakti, mendengarkan dharmadaksina, pembacaan kitab suci Dhammapada, serta pemberkatan air suci. Suasana wihara terasa sakral dan damai, penuh ketenangan batin.
Acara juga dihadiri Pembimas Buddha Sumatera Selatan, Aris Cahyanto, S.Ag., M.Si., serta perwakilan dari organisasi wanita Buddhis “Wulan Bahagia”, Majelis Udayana Indonesia, dan tokoh-tokoh keagamaan lainnya yang menunjukkan kuatnya kebersamaan dalam lintas organisasi Buddhis di Palembang.
Menariknya, dalam momen Waisak kali ini juga diumumkan rencana pemecahan Rekor MURI yang akan digelar pada Juli 2025 mendatang, berupa pembacaan kitab Dhammapada oleh 2.569 peserta selama delapan jam. Zewwy Salim menyambut positif rencana tersebut dan menilai hal itu sebagai bentuk kontribusi budaya dan spiritual umat Buddha bagi bangsa.
“Ini adalah bentuk kreativitas dan semangat kolektif umat Buddha. Kita tidak hanya menjaga ajaran, tetapi juga merawatnya dalam konteks kebudayaan Indonesia. Saya bangga dan mendukung penuh rencana pemecahan rekor ini,” ujar Zewwy.
Sebelum perayaan puncak, Wihara Dharmakirti bersama para relawan dan umat juga telah melaksanakan kegiatan bakti sosial, sebagai bagian dari pra-Waisak. Hal ini menjadi bukti bahwa ajaran Dharma benar-benar dijalankan secara nyata, menjangkau masyarakat sekitar tanpa memandang latar belakang.
Bhikkhu Bhadra Murti dalam penutupan upacara menyampaikan harapannya agar umat Buddha terus menjaga semangat kasih dan persatuan. “Jangan berhenti pada ritual. Teruslah menghidupi Dharma. Dunia ini membutuhkan lebih banyak cinta, lebih banyak belas kasih, dan umat Buddha harus menjadi pelitanya,” pungkasnya.
Perayaan Waisak 2025 di Wihara Dharmakirti bukan hanya menjadi ajang spiritualitas, tetapi juga refleksi tentang peran umat Buddha dalam menjawab tantangan zaman. Dengan figur seperti Zewwy Salim yang turut memberikan inspirasi, perayaan ini menjadi simbol bahwa kebersamaan dan kemajuan bangsa adalah cita-cita yang bisa diraih bersama — dalam harmoni, welas asih, dan persaudaraan sejati.(Manda)