Wajah Baru Gunung Kemukus Sragen Makin Ngejreng, Fasilitas Makin Lengkap Dengan Dana Rp48 M. Begini Penampakannya Sekarang !
Dalam sebuah cerita mengisahkan perjalanan Pangeran Samodro mulai geger runtuhnya Majapahit sampai mendapat bimbingan Wali Sanga hingga akhirnya meninggal dunia di Gunung Kemukus. Sendang Ontrowulan itu menjadi tempat ritual pertama sebelum naik ke Bukit Kemukus untuk berziarah ke Makam Pangeran Samodro. Seperti di sendang, situasi di Bukit (Gunung) Kemukus itu pun sudah berubah dengan penataan sedemikian rupa.
Sendang Ontrowulan terdiri atas dua mata air yang semua ditata rapi. Satu mata air sudah mengering dan airnya sudah tertutup dengan daun-daun kering. Sendang satunya masih banyak airnya dan masih digunakan untuk ritual mandi.
Lingkungan seputaran sendang dilengkapi dengan tempat-tempat untuk bersantai di bawah rindangnya lima beringin yang berusia 60 tahun. Ada tujuh gazebo yang disiapkan. Ada tempat meditasi dengan dilengkapi toilet. Ada pula pendapa dengan konsep joglo tetapi semua tiangnya dari baja berukuran besar yang dibalut kayu. Joglo dengan 12 pilar itu memiliki trap tujuh. Suasana di tempat itu nyaman dan rindang.
Tampak suara bising alat berat yang mengeraskan jalan terdengar. Aktivitas para pekerja juga terlihat di seputaran plaza itu. Di pinggir jalan dari gerbang gapura sampai memasuki Dukuh Kedunguter RT 002 terdampak green belt atau sabuk hijau WKO yang digunakan untuk hunian.
Kini, bangunan itu hilang. Area sabuk hijau itu diubah menjadi selasar berkelok-kelok memanjang sampai 300 meter. “Selasar inilah yang nantinya difungsikan sebagai taman untuk wisata keluarga. Taman itu nanti tembus sampai ke Sendang Ontrowulan yang juga ditata sedemikian rupa untuk wisata religi. Jadi New Kemukus ini memadukan wisata keluarga dengan wisata religi,” ujar penanggung jawab Objek Wisata Gunung Kemukus, M. Suparno.
Seorang pralansia tampak berbincang dengan para tukang bangunan yang memasang tegel batu di pelataran kompleks sendang seluas 300-an meter persegi itu. Laki-laki itu bernama Jumari, 53, seorang tukang sapu lingkungan sendang yang mengabdi selama 15 tahun.
“Sekarang kompleks sendang jadi luas. Kalau saya sendirian jadi tukang sapu pasti lelah. Mudah-mudahan ada teman yang ikut jadi tukang sapu. Selama 15 tahun itu saya tidak dapat gaji, hanya murni mengabdi. Mudah-mudahan setelah penataan Kemukus ini bisa ada perhatian,” harapnya.
Sementara itu, di kaki bukit ditata dengan pendapa, gazebo, dan museum hingga kios-kios kuliner dan tempat parkir mobil/motor. Perubahan total juga terjadi pada pendapa dan makam Pangeran Samodro. Pendapa diperluas dan posisi Bangsal Sonyoruri tepat berada di tengah.
“Bangsal Sonyoruri itu ruangan yang di tengahnya ada nisan Pangeran Samodro. Tempat itu juga digunakan sebagai ruang semedi atau meditasi. Di luar bangsal masih ada 19 nisan dari para tokoh agama dan juru kunci. Sejak 1982, tidak ada tambahan nisan lagi di puncak Gunung Kemukus ini,” ujar Juru Kunci Makam Pangeran Samodro, Hasto Pratomo, 67.