Memburu Jelawat di Jantung BPBAT (Bagian 4/Habis)

 
Minggu, 17 Okt 2021  02:09

"Jelawat adalah komiditas ikan lokal yang keberadaannya hampir punah. Karena itu, jangan pelit untuk menularkan hasil pembelajaran selama di sini pada siapa saja," pesannya.

Bertolak ke Mesuji

Pasca packing selesai, semua peserta segera kembali ke penginapan untuk menata barang bawaan sebelum bertolak ke Mesuji. Pungkas sudah agenda selama lima hari menimba ilmu di balai milik Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Perikanan dan Kelautan ini dan mereka kembali akan menempuh perjalanan tak kurang delapan jam yang diperkirakan baru akan tiba sekira pukul dua belas malam.

Saat melintasi pintu keluar BPBAT SG yang sepanjang sisi kanannya adalah kolam tandon air, kami masih melihat spanduk ucapan selamat datang untuk Bupati Mesuji dan rombongan, utuh terpampang.

"Mereka ini begitu serius menerima kedatangan kita," ucap Teknisi BBI Mesuji, Sukimin, sebelum mobil benar-benar berlalu.

"Ya," jawab Sean. "Semoga ini adalah pertanda baik. Setidaknya kita sudah memiliki dua tempat belajar: BPBATSG dan Pak Arif."

Pak Arif: Semangat yang Lain

Nama terakhir yang disebut Sean itu adalah seorang lelaki Bugis pemilik 12 hektar kolam produksi yang malam sebelumnya sempat mereka kunjungi. Dia adalah lelaki paruh baya penuh semangat yang kebahagiaan di wajahnya sama sekali tak tersembunyikan saat mereka mendatanginya.

Dari dia para pemuda perikanan Mesuji Itu banyak belajar tentang makna ketekunan, pentingnya menjaga semangat juga arti sebuah keteguhan.

Berita Terkait
Selengkapnya