Kembangkan Destinasi Wisata, Lahan Kodam IV Diponegoro di Relokasi RSK Manfaatkan Lokasi di Perkebunan Teh Kemuning Karanganyar

Potret lahan Kodam IV Diponegoro yang direlokasi untuk destinasi wisata. (Dok)
Rabu, 22 Nov 2023  20:13

Dengan melihat luasan tersebut dan letak geografisnya, serta banyaknya masyarakat yang mengunjungi kawasan kebun Kemuning di akhir pekan. Dan dari segi ekstisting topografi Kebun Kemuning terdapat beberapa spot tertinggi dan spot dataran, Kodam IV Diponegoro melalui Yayasan Rumpun Diponegoro, PT Rumpun Sari Kemuning tertarik untuk menyusun Detail Enginering Design Pengembangan daya tarik wisata Kemuning Kabupaten Karanganyar.

Beberapa satuan Kodam IV Diponegoro yang ikut serta mengawal aktifitas tersebut saat ditemui awak media dilokasi relokasi lahan itu mengatakan teknis pengelolaan bekerjasama dengan perusahaan Rumpun Sari Kemuning. Nantinya akan menggandeng beberapa relasi untuk menata dan mengonsep obyek wisata di kawasan lahan perkebunan itu.

Salah satu perwakilan dari Kodam IV Diponegoro saat bersama kru media dalam survey lapangan ke Kemuning mengatakan, pemaparan Kodam IV terkait konsep pengembangan kebun teh akan disampaikan ke Panglima Kodam. Pada prinsipnya, aktifitas kebun teh itu di bawah tata kelola PT Rumpun Sari Kemuning.

"Untuk saat ini merelokasi sendiri, tidak ada yang namanya alih tangan lahan aset apapun. Relokasi tempat yang kami garap masuk berada di Desa Kemuning Ngargoyoso dan Desa Gumeng Jenawi, kerjasama dengan PT Rumpun Sari Kemuning. Aktifitas memang ada alat berat, tapi untuk memeratakan lahan dan sarana mengambil matrial bahan yang banyak bisa kami gunakan untuk sarana relokasi saja. Bisa dicek, ibarat satu batupun nggak ada yang keluar dari lokasi apalagi dijual," ungkap salah satu perwakilan Kodam IV Diponegoro, Rudi H saat dikonfirmasi awak media, Senin, (20/11/2023). 

Dia menambahkan, studi kelayakan pengembangan kawasan agrowisata Kemuning, Ngargoyoso menggali potensi sekaligus merencana ide brilian di lahan perkebunan teh lereng Lawu. Aspek penting pengembangan pariwisata ditakar dari aksesibilitas, transportasi dan atraksi.

Dalam pemaparan Rudi, sarana transportasi umum menuju kebun teh Kemuning, Ngargoyoso belum tersedia maksimal sedangkan panorama alam masih mendominasi aspek atraksi. Terkait aksesibilitasnya menilai masih sederhana. Namun telah disiapkan skenario penunjang transportasi nantinya untuk keperluan transit ke obyek alam dan religi.

"Kawasan yang akan dikembangkan nanti diantaranya Resto, Rest Area, penginapan dan lahan parkir. akan ada gardu pandang, tempat parkir, souvenir, penginapan konsep alam, dan tempat bermain. Sedangkan sisanya akan digunakan untuk agrowisata dengan konsep pemulihan lahan atau konservasi," ujarnya. 

Disinggung soal viral video baik dimedsos maupun adanya satu pemberitaan media geger jalan diperlebar hingga pindah tangan aset, Rudi menegaskan bahwa itu kabar hoak. Aktifitas yang dilakukan justru intruksi atas pihak atas, terkait lahan milik Kodam IV diperlebar demi fasilitas khalayak umum. 

"Aktifitas kami tanpa ada bisnis atau jual beli, bisa dicek. Surat tembusan kegiatan kami juga ke 5 Desa, tembusan Polsek juga Koramil ada. Berkas lengkap dari notaris sampai diketahui Bupati juga ada. Relokasi kami memanfaatkan matrial setempat. Kami harap khalayak umum tak mudah terpancing isu tidak benar, mohon media juga pemberitaan yang obyektif dan berimbang," tandasnya. 

Berita Terkait
Selengkapnya