Usai geledah 12 lokasi, Polda Metro dijaga ketat Brimob bersenjata lengkap
Polda Metro Jaya memperketat pengamanan usai melakukan penggeledahan terkait kasus dugaan korupsi, tindak pidana pencucian uang (TPPU), hingga suap dalam kasus batu bara dan Asabri.
Berdasarkan pantauan Kamis (9/7/2026), pengetatan pengamanan sudah terlihat di pintu masuk pejalan kaki.
Terlihat pihak kepolisian menanyakan keperluan setiap orang yang ingin memasuki Polda Metro Jaya.
Pengetatan pengamanan juga terjadi di area Gedung Ditreskrimsus Polda Metro Jaya. Sejumlah anggota Brimob yang dilengkapi senjata laras panjang terlihat berjaga di area tersebut
Kemudian, di depan Gedung Ditreskrimsus Polda Metro Jaya juga terlihat sejumlah kendaraan taktis (rantis) disiagakan.
Sebagai informasi, Kortas Tipikor Polri bersama Ditreskrimsus Polda Metro Jaya terus mengusut kasus dugaan korupsi, tindak pidana pencucian uang (TPPU), hingga suap dalam kasus batu bara dan Asabri.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, terdapat 12 lokasi yang menjadi titik penggeledahan oleh tim gabungan.
“Penggeledahan dilakukan di 12 lokasi,” kata Budi Hermanto, Rabu 8 Juli 2026.
Lokasi tersebut mulai dari PT CBS, Cengkareng Timur, Jakarta Barat; PT CBS (Kantor Pusat), Penjaringan, Jakarta Utara (proses); PT KNI, Petojo Selatan, Jakarta Pusat (proses); Rumah MN, Serpong Utara, Tangerang Selatan (proses); serta Kafe de’Clan Signature, Cipete, Jakarta Selatan (selesai).