Dinilai rendahkan perempuan, Ini lirik dan arti lagu 'Lalaki Langit, Lalanang Bejat' Bupati Purwakarta 

Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein.
Jumat, 03 Jul 2026  11:05

Nuhun Gusti (Terima kasih Tuhan)
Tos nyiptakeun kuring jadi lalaki (Sudah menciptakan aku menjadi laki-laki)
Teu kudu ngalukis halis jeung bulu mata (Tidak perlu melukis alis dan bulu mata)
Sakalina ngiceup hese beunta (Sekali berkedip susah membuka mata)

Lalaki langit (Lelaki langit)
Lalanang bejad (Lelaki bejat)

Secara harfiah, frasa Lalaki Langit berarti laki-laki langit, sedangkan Lalanang Bejad dapat dimaknai sebagai laki-laki bejat atau laki-laki yang memiliki perilaku buruk.

Lagu dibuka dengan ungkapan syukur kepada Tuhan karena tokoh dalam lagu dilahirkan sebagai laki-laki.

"Nuhun Gusti, tos nyiptakeun kuring jadi lalaki".
Terima kasih Tuhan, sudah menciptakan aku menjadi laki-laki.

Setelah pembuka tersebut, lagu menghadirkan serangkaian pengandaian mengenai kehidupan apabila tokohnya lahir sebagai perempuan. Bagian inilah yang kemudian memicu beragam tanggapan dari masyarakat.

Lirik tentang kehamilan remaja

Pada bait pertama terdapat penggalan:

"Cacak mun jadi awewe, ES-Em-Pe kelas tilu, tos karuron tujuh kali".
Andai saja menjadi perempuan, SMP kelas tiga, sudah keguguran tujuh kali.

Berita Terkait
Selengkapnya