Proyek Jalan Desa Karya Nyata Tanpa Papan Proyek, Tanpa Pemberitahuan Ke Camat, Dikerjakan Manual Tanpa Molen - Wartawan Dikeroyok Saat Meliput
1. Tidak Ada Papan Informasi Proyek Di lokasi pekerjaan, tidak ditemukan papan proyek yang seharusnya memuat nama kegiatan, nilai kontrak, sumber dana, pelaksana, dan konsultan pengawas. Masyarakat dan pengguna jalan tidak tahu proyek ini dibiayai dari mana dan berapa anggarannya.
2. Tidak Sesuai Kontrak Kerja Pekerjaan diduga tidak dilaksanakan sesuai dengan dokumen kontrak kerja, spesifikasi teknis, dan gambar rencana yang telah ditetapkan.
3. Dikerjakan Manual Tanpa Mobil Molen Proses pengecoran jalan dilakukan secara manual di tempat, tanpa menggunakan mobil molen (concrete mixer) atau batching plant.
Padahal, untuk pekerjaan jalan beton, adukan beton wajib diaduk dengan mesin agar mutu beton tercapai dan homogen sesuai dengan Spesifikasi Umum Bina Marga dan SNI 2847:2019.
Pengadukan manual dengan cangkul di tempat dikhawatirkan akan menghasilkan beton dengan mutu rendah, mudah retak, dan cepat hancur.
"Kalau diaduk manual seperti itu, mutu betonnya tidak akan tercapai. Ini bukan pekerjaan asal-asalan, ini uang rakyat. Harusnya sesuai spesifikasi," ujar salah seorang warga Desa Karya Nyata yang enggan disebutkan namanya.
PENGEROYOKAN WARTAWAN SAAT MELIPUT
Pada Jumat, 30 Oktober 2026, wartawan Selidik Kasus, Nopri Hartono, datang ke lokasi untuk melakukan peliputan terkait dugaan penyimpangan tersebut.
Saat sedang mengambil gambar dan video, Nopri Hartono diduga dihadang dan dikeroyok oleh lebih dari satu orang.