FASS Kepung Mapolda Sumsel, Desak Dirintelkam Mundur dan Usut Tuntas Dugaan Kekerasan terhadap Mahasiswa serta Jurnalis

Massa aksi di depan Mapolda Sumsel
Jumat, 16 Okt 2026  19:25

Sebagai upaya mendorong penanganan perkara ke tingkat pusat, FASS juga menyatakan akan membawa persoalan dugaan kekerasan tersebut ke Komisi III DPR RI dan Markas Besar Polri. Langkah itu diharapkan dapat memastikan adanya perhatian dan pengawasan terhadap proses penanganan kasus.

Desak Penindakan Tegas terhadap Pelaku Karhutla

Di tengah tuntutan pengusutan dugaan kekerasan, FASS turut menyoroti penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih menjadi persoalan di Sumatera Selatan.

Mereka meminta Kapolda Sumsel memperkuat penegakan hukum terhadap perusahaan yang terbukti bertanggung jawab atas terjadinya kebakaran hutan dan lahan. FASS menekankan bahwa penanganan karhutla harus dilakukan secara serius, termasuk dengan menindak pihak yang terbukti melanggar hukum tanpa memandang latar belakang maupun kepentingannya.

Selain itu, massa meminta kepolisian memberikan jaminan keamanan bagi aktivis, mahasiswa, lembaga swadaya masyarakat (LSM), dan wartawan ketika menjalankan tugas maupun menyampaikan aspirasi di muka umum.

Menurut FASS, penyampaian pendapat melalui demonstrasi merupakan bagian dari kehidupan demokrasi. Oleh karena itu, setiap warga negara yang menggunakan hak tersebut harus mendapatkan perlindungan dari ancaman, intimidasi, dan tindakan kekerasan oleh pihak mana pun.

Dalam pernyataan sikapnya, FASS mendasarkan tuntutan pada sejumlah regulasi, di antaranya Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum, Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia, Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, serta Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2017.

FASS menyebutkan, tuntutan tersebut merupakan hasil kesepakatan dalam konsolidasi akbar yang melibatkan berbagai organisasi dan elemen aktivis di Sumatera Selatan.

Berita Terkait
Selengkapnya