Di Tengah Tangisan Hutan yang Terbakar! DPP MAUNG Serukan Gerakan Reboisasi Masal Demi Keseimbangan Alam Kita yang Terluka

 
Kamis, 29 Okt 2026  19:40

Bogor - Aliansinews id. Asap masih mengepul di sejumlah penjuru negeri. Kabut asap masih menyelimuti pemukiman warga. Anak-anak masih menutup hidung saat berjalan ke sekolah. Dan di kejauhan, barisan pohon yang hangus berdiri sunyi, seolah menatap langit dalam kepedihan yang tak terucap. 

Di bawah reruntuhan dahan yang terbakar, ada keheningan yang lebih dalam — keheningan yang ditinggalkan oleh ribuan makhluk hidup yang kehilangan rumah mereka.

Di tengah kenyataan pahit itu, DPP LSM MAUNG menyampaikan seruan yang mengalir dari lubuk hati terdalam — bukan sekadar seruan untuk menanam pohon demi manusia, melainkan seruan untuk memeluk kembali rumah besar yang menaungi kita semua: hutan, tempat di mana jutaan nyawa tinggal, tumbuh, dan hidup berdampingan.

 HUTAN BUKAN HANYA POHON — IA RUMAH BAGI SEGALA MAKHLUK HIDUP

"Ketika kita membakar hutan, kita tidak sekadar menghancurkan pepohonan. Kita merobohkan rumah ribuan hewan — burung yang bersarang di dahan, mamalia yang berlindung di rimbunan, serangga yang hidup di sela-sela dedaunan, hingga makhluk-makhluk kecil yang tak kasat mata namun menjaga kesuburan tanah.

Semuanya kehilangan tempat pulang. Semuanya terancam punah," ungkap Hadi Wijaya perwakilan DPP LSM MAUNG dengan suara penuh keprihatinan. Kamis (29/10/26). 

Hutan adalah rumah bagi keanekaragaman hayati yang luar biasa: harimau, orangutan, gajah, beruang, berbagai jenis kera, burung-burung endemik, amfibi, reptil, serangga, tanaman obat, hingga mikroorganisme tanah yang tak terhitung jumlahnya.

Setiap satu pohon yang ditebang berarti satu ruang kehidupan yang lenyap. Setiap satu hektar hutan yang terbakar berarti ribuan nyawa yang terancam mati atau terasing dari habitat aslinya.

BENCANA BERULANG, LUKA YANG SEMAKIN LEBAM

Berita Terkait
Selengkapnya