466 warga asing dari 28 negara hilang akibat banjir bandang Nepal
"Seluruh bangsa terkejut dan sangat berduka" atas hilangnya nyawa dan kerusakan properti, tulis Shah dalam sebuah unggahan di media sosial. Ia menyebut bencana tersebut sebagai kejadian yang "mendadak" dan "besar-besaran".
Banjir terjadi pada Rabu dini hari di Rasuwa, wilayah yang berada di sebelah utara Kathmandu, ibu kota Nepal.
Informasi awal menunjukkan bencana tersebut kemungkinan dipicu gempa bumi yang menyebabkan longsoran salju, sementara salju yang mencair kemudian mengalir ke Sungai Bhote Koshi.
Operasi pencarian dan penyelamatan masih berlangsung di kedua sisi perbatasan. Tentara Nepal menyebut sebanyak 88 orang telah berhasil diselamatkan sejauh ini.
Selain warga Nepal, sejumlah warga negara asing dilaporkan berada di kawasan terdampak ketika bencana terjadi. Mereka berasal dari berbagai negara, termasuk India, Amerika Serikat, Inggris, Malaysia, dan Afrika Selatan.
Alpine Eco Trek, perusahaan yang menawarkan tur dan ekspedisi berpemandu di Nepal, mengonfirmasi bahwa 12 warga negara Inggris yang mengikuti perjalanan melintasi perbatasan Nepal-Tibet termasuk dalam daftar orang yang hilang.
Manajer Alpine Eco Trek, Ram Kumar Adhikari, mengatakan dua warga negara Irlandia dan empat warga negara Afrika Selatan yang juga mengikuti tur tersebut termasuk di antara orang yang belum ditemukan.
Pihak berwenang mengatakan dari keseluruhan orang yang hilang, 200 merupakan perempuan dan 203 laki-laki. Sementara itu, warga negara asing yang tercatat dalam pendataan disebut berasal dari 26 negara berbeda.
Data jumlah negara tersebut berbeda dengan keterangan sebelumnya yang menyebut 466 warga asing berasal dari 28 negara. Karena operasi pencarian dan identifikasi masih berlangsung, angka kewarganegaraan dan negara asal korban masih dalam proses pemutakhiran.