DPP Maung Desak Polda Kalbar Usut Sampai ke Akar, Temukan Dalang di Balik Layar! OTT Perumdam Bengkayang
Kita ingin tahu: siapa yang memerintahkan? Siapa yang mengatur? Dan siapa yang paling diuntungkan dari praktik ini? Jangan sampai yang ditangkap hanyalah `kambing hitam`, sementara dalang utamanya masih bebas berjalan di tempat," tegas Iwan Gunawan, S.H. Rabu (28/10/26).
Beliau menegaskan bahwa Perumdam adalah lembaga publik yang mengelola kebutuhan paling mendasar masyarakat — air bersih.
"Perumdam bukan sumber keuntungan pribadi. Ia ada untuk memastikan setiap warga mendapatkan akses air bersih yang layak dan terjangkau. Ketika pengelolaannya tercemar penyimpangan, maka yang dirugikan adalah seluruh masyarakat Bengkayang.
Uang yang seharusnya digunakan untuk memperbaiki jaringan pipa, memperluas cakupan layanan, dan meningkatkan kualitas air — diduga justru mengalir ke kantong pihak-pihak tertentu. Itu tidak boleh dibiarkan begitu saja," ujarnya.
DESAKAN TEGAS DPP MAUNG :
Pertama — Telusuri Keterkaitan Pihak Lain: Penyelidikan tidak boleh berhenti pada dua tersangka yang sudah ditetapkan. Dalami peran masing-masing, siapa yang memberikan instruksi, siapa yang mengetahui, dan siapa yang menerima manfaat. Jika ada pihak lain — baik pejabat aktif maupun mantan pejabat — yang terlibat, panggil dan periksa tanpa pandang bulu.
Kedua — Ungkap Siapa Dalang/Otak di Balik Layar: Kasus di lembaga publik jarang terjadi sendirian. Selalu ada pihak yang mengatur, menyetujui, atau melindungi.
Telusuri jejak kekuasaan dan pengaruh di balik peristiwa ini. Masyarakat berhak tahu siapa yang sebenarnya bertanggung jawab atas kerugian yang terjadi.
Ketiga — Hitung dan Pulihkan Kerugian Secara Penuh: Hitung secara akurat berapa kerugian keuangan daerah yang terjadi. Seluruh nilai kerugian wajib dikembalikan oleh pihak yang terbukti bertanggung jawab. Jangan biarkan rakyat yang menanggung beban akibat kelalaian atau kesalahan pihak lain.