Tuntut pembayaran yang macet, investor dapur MBG ngamuk dan blokade kantor BGN
Helma Sirait, pemasok MBG asal Sumatera Utara, mengatakan dirinya datang ke Jakarta untuk menuntut hak pembayaran yang belum diterima.
“Kami hanya meminta hak kami dibayarkan sesuai kesepakatan. Barang sudah kami kirim dan digunakan, tetapi pembayaran belum juga kami terima,” ujar Helma.
Fransiska Simanjuntak, pemasok MBG lainnya asal Sumatera Utara meminta pemerintah dan BGN turun tangan menyelesaikan persoalan tersebut.
“Jangan sampai pemasok yang sudah membantu program ini justru mengalami kerugian besar,” kata Fransiska.
Para pemasok dan investor menilai pengelolaan SPPG tidak berjalan optimal sehingga menimbulkan kerugian finansial. Mereka mendesak BGN memperketat pengawasan terhadap pelaksanaan program MBG, terutama mekanisme pembayaran kepada pihak ketiga.
Mereka juga meminta adanya pengawasan langsung agar tidak terjadi lagi penundaan pembayaran kepada investor maupun pemasok yang terlibat dalam program makan bergizi gratis.