Hamparan Pasir di Kapuas - Maung & Rajawali: Sungai Kering, Hutan Terbakar, Bumi Bergetar — Semua Tanda Zaman Sudah Terlihat
"Nabi dan para ulama telah mengajarkan: sebelum datangnya hari akhir, akan terjadi kerusakan di darat dan di laut, air berubah panas, sungai kering, bencana berdatangan, manusia lupa diri, merusak alam sesuka hati, dan menganggap kejahatan itu perbuatan baik.
Apakah kita tidak melihat semua itu terjadi sekarang? Apakah kita masih akan menutup telinga dan mata? Elinglah, waspadalah! Kita sedang hidup di masa-masa yang penuh pertanda itu!" Serunya.
Kerusakan Alam Sebagai Akibat Lupa Diri — Jangan Merusak, Kembalikan Keseimbangan Sebelum Terlambat!
Hadysa Prana menegaskan bahwa segala bencana dan tanda alam yang muncul bukanlah murka semata, melainkan akibat langsung dari ulah manusia sendiri yang lupa diri, lupa asal-usul, dan lupa bahwa alam ini bukan miliknya untuk dihancurkan.
"Manusia merasa berkuasa, merasa pintar, merasa boleh mengambil apa saja, menebang apa saja, membakar apa saja, mengeksploitasi apa saja tanpa batas. Kita lupa bahwa kita hanyalah makhluk, pengelola titipan, bukan pemilik mutlak.
Kita merusak hutan, meracuni sungai, mengotori udara, merusak tanah — lalu heran mengapa alam membalas dengan bencana? Padahal segala ajaran leluhur berkata: `Alam dijaga dengan rasa hormat, jika dilanggar akan memakan korban`.
Segala ajaran agama juga mengingatkan: `Janganlah kamu merusak di muka bumi, sesudah (Tuhan) memperbaikinya`. Semua peringatan itu kita abaikan, dan kini akibatnya kita telan sendiri," paparnya.
"Oleh karena itu, saya serukan kepada seluruh seluruh Jajaran pengurus dan anggota maung ,rajawali dan segenap bangsa Indonesia: berhentilah merusak! Jangan tambah dosa dengan terus mengambil hak alam dan makhluk lain. Kini tugas kita bukan sekadar berhenti merusak, tetapi wajib melestarikan kembali apa yang telah rusak.
Tanamlah pohon, jaga sungai, lindungi hutan, kembalikan keseimbangan. Bukan sekadar demi kenyamanan hidup hari ini, tapi demi bertobat, demi memperbaiki kesalahan, dan demi menyelamatkan sisa waktu sebelum segala sesuatu berakhir," tambahnya.