Hamparan Pasir di Kapuas - Maung & Rajawali: Sungai Kering, Hutan Terbakar, Bumi Bergetar — Semua Tanda Zaman Sudah Terlihat

 
Minggu, 06 Sep 2026  15:11

Bogor - Aliansinews id. Fenomena alam yang semakin sering dan hebat terjadi di berbagai penjuru negeri, termasuk surutnya Sungai Kapuas secara drastis hingga memunculkan hamparan pasir luas yang kini dijadikan warga Sekadau tempat wisata dadakan dan munculnya "ikan kiamat" di NTB, menjadi sorotan mendalam Dewan Pimpinan Pusat (DPP) LSM MAUNG dan Dewan Pimpinan Nasional (DPN) RAJAWALI. 

Peristiwa ini bukan sekadar perubahan iklim atau siklus cuaca biasa, melainkan bagian dari rangkaian tanda-tanda besar yang mengingatkan kita semua: alam sedang berbicara, peringatan terus disampaikan, dan segala pertanda ini mengarah pada satu kenyataan — kita semakin "mendekati akhir zaman".

Karhutla yang tak ever berhenti, kemarau yang berkepanjangan hingga mata air mati, gunung meletus bertubi-tubi, gempa bumi mengguncang di mana-mana, sungai besar yang kering kerontang — semuanya adalah tanda-tanda nyata yang sudah disampaikan leluhur dan tertulis dalam segala ajaran agama.

Menanggapi hal ini, Hadysa Prana, selaku Ketua Umum sekaligus Pendiri  Monitor Aparatur Untuk Negara dan Golongan (MAUNG) dan Rangkulan Jajaran Wartawan dan Lembaga Indonesia (RAJAWALI) , menyampaikan seruan yang menyentuh hati dan menggetarkan jiwa, meminta seluruh bangsa indonesia untuk benar-benar eling dan waspada.

Hadysa Prana: Tanda-Tanda Terus Muncul, Elinglah — Makin Banyak Tanda, Condong ke Akhir Zaman!

"Lihatlah Sungai Kapuas, sungai terpanjang dan nadi kehidupan Kalimantan, kini airnya menyusut drastis hingga dasar sungai terbuka, berubah menjadi hamparan pasir yang bahkan dijadikan tempat bermain. Jangan tertawa, jangan senang, jangan jadikan ini sekadar pemandangan unik atau tempat wisata.

Ingatlah, dahulu sungai ini dalam, deras, dan tak pernah kering. Kini ia surut hingga tandus. Ini bukan kebetulan! Ini adalah tanda besar yang disampaikan Tuhan dan alam kepada kita," tegas Hadysa Prana dengan suara bergetar.

"Lihatlah sekeliling kita: hutan terbakar habis, udara penuh asap, tanah retak tak berair, gunung meletus, bumi berguncang, bencana datang bertubi-tubi, Gejolak Perang Dunia Ke III. Semua tanda ini semakin banyak, semakin sering, semakin dahsyat.

Dan kita tahu, menurut segala petuah leluhur dan ajaran agama — semakin banyak dan jelas tanda-tanda ini, berarti semakin dekatlah hari yang dijanjikan, semakin condong ke akhir zaman. Kita sering mendengar, tapi sering lupa. Kita sering tahu, tapi sering tak sadar. Hari ini, buktinya ada di depan mata kita sendiri," lanjutnya.

Berita Terkait
Selengkapnya