Gibran anggap gugatan ijazah pendidikan luar negeri lucu-lucuan
Saat ditanya, apakah dirinya merasa dirugikan, ia menegaskan tidak dirugikan.
Malah, baginya ini merupakan sebuah hiburan.
“Nggak (dirugikan). saya anggap lucu-lucuan.,” ujarnya.
Tidak ada kewajiban menyetorkan dokumen akademik ke kedutaan
Sementara itu, mantan Ketua Umum Partai solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie, meluruskan pernyataan atase pendidikan KBRI Australia dan Singapura.
Dikatakan, KBRI Australia dan Singapura menyatakan dalam kesaksian di sidang MK, tidak menyimpan dokumen akademik Gibran.
“Halo..., tidak ada kewajiban dair pelajar Indonesia di manapun untuk menyetorkan dokumen akademik ke kedutaan. Juga bukan tugas, atau kewajiban kedutaan untuk mengumpulkan data akademik pelajar—pelajar Indonesia yang ada di luar neger,” ujarnya,
Dikatakan, bahwa dirinya telah menempuh pendidikan master dua kali dan sudah lulus di National University of Singapura dan Singapore Management University.
“Tidak ada permintaan dari KBRI, atau kewajiban sehingga saya harus menyetorkan transkrip atau dokumen akademik ke KBRI,” papar Grace.