Masih ada bunker misterius di sekolah dan nilai polisi lamban, pihak yayasan minta temuan 995 senjata segera diungkap
Yayasan menyebut seluruh akses ke ruangan penyimpanan senjata sebelumnya dikuasai pengurus lama yang telah diberhentikan.
Hermawanto, mengatakan pengurus baru baru mengetahui keberadaan ratusan senjata saat melakukan penataan aset di lingkungan sekolah.
"Pengurus baru tidak mengetahui sama sekali keberadaan senjata itu sampai kami menemukannya. Bagaimana caranya masuk, siapa yang bertanggung jawab, kami juga tidak tahu. Yang mengelola dahulu adalah pengurus lama yang sudah kami berhentikan," katanya.
Hermawanto menjelaskan, kunci sejumlah ruangan sebelumnya berada di tangan pengurus lama sehingga pengurus baru tidak memiliki akses untuk memeriksa isinya.
Kini, beberapa ruangan telah dipasangi garis polisi sehingga pembukaannya menjadi kewenangan penyidik.
Untuk memastikan keamanan lingkungan sekolah dan kelangsungan kegiatan belajar mengajar, yayasan telah berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), serta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam penanganan kasus tersebut.