Warga Pemalang jalan kaki Tegal-Jakarta demi cari keadilan untuk anak

Johan Kurniawan, warga Pemalang berjalan kaki dari perbatasan Pemalang- Tegal menuju Jakarta untuk mencari keadilan bagi anaknya, Jumat (4/9/2026).
Sabtu, 05 Sep 2026  04:42

Menurut dia, anaknya memiliki kompetensi, tetapi justru tidak lolos, sementara calon lain yang dinilainya memiliki kemampuan di bawah anaknya dinyatakan lolos.

"Jelas, ada kejanggalan. Ketika anak saya punya kompetensi dikalahkan oleh anak yang jauh kompetensi di bawahnya, tentu ini merupakan sebuah hal yang harus saya perjuangkan sebagai orang tuanya," ungkapnya.

Rencana mogok makan

Setibanya di Jakarta, Johan tidak hanya berencana menyampaikan pengaduan. Ia juga mengaku akan melakukan aksi mogok makan di kantor Seskab.

Johan menyampaikan keputusan berjalan kaki dan melakukan mogok makan merupakan bentuk keinginannya untuk menyampaikan persoalan secara langsung kepada pejabat yang memiliki kewenangan.

Ia mengaku sudah lelah menyampaikan pengaduan melalui pihak ketiga maupun sejumlah lembaga yang selama ini didatanginya.

"Saya secara langsung ingin datang mengadu, bukan lewat tangan orang ketiga dan seterusnya yang membuat muak karena hanya bisa membuat janji. Oleh karena itu, saya ingin berhadapan dengan sang pengambil keputusan," tuturnya.

"Saya ingin mendengar secara langsung, ingin mengetahui secara langsung apakah ada keadilan bagi masyarakat kecil," sambung Johan.

Johan juga menyoroti pola komunikasi pejabat pemerintah melalui media sosial. Menurutnya, sejumlah pejabat kerap menampilkan kedekatan dengan masyarakat melalui media sosial, tetapi pengaduan yang disampaikan warga melalui platform tersebut belum tentu diterima langsung oleh pejabat karena pengelolaannya dilakukan admin.

Berita Terkait
Selengkapnya