Bongkar permainan kotor Febrie Adriansyah, Susno Duaji: Sudah dipantau sejak lama

Febrie Adriansyah dikawal masuk menuju tahanan, Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (24/7/2026) malam.
Minggu, 26 Jul 2026  12:40

"Bukan salah dari tambang, karena kan tambang itu menjual bukan membeli, yang membeli itulah pemasoknya. Nah, dari sini terjadi korupsi permainan uang, di mana gar 3.000 dengan gar 4.000 ada selisih harga yang cukup besar bisa mencapai 300.000. Di sinilah yang dimainkan," tambahnya.

Menurutnya, dari hasil permainan korupsi tersebut bisa menghasilkan triliunan.

"Anda bayangkan saja kalau masuknya jutaan ton, taruh lah kita anggap 2 juta ton. Kalau 2 juta ton dikalikan selisihnya Rp 200.000 apa enggak Rp 400 miliar dan itu hanya sekali ya. Coba bayangkan, kalau sekian tahun sudah berapa banyak," bebernya.

Susno Duaji meminta kepada kejaksaan untuk benar-benar transparan terhadap kasus korupsi yang diduga dilakukan Febrie Adriansyah.

"Nah, di sinilah permainan itu enta menyuap FA atau FA meminta jatah dari kelebihannya. Tentu, kejaksaan yang paling tahu karena berkasnya ada di kejaksaan. Kita sebagai rakyat berharap karena berkas penyidikan sudah di kejaksaan maka kita minta supaya disidik lagi," tambahnya.

Tidak berhenti di situ saja, Susno Duaji juga membongkar soal praktik permainan asuransi Asabri.

"Ada yang menikmati duitnya, kemudian duit itu dibelikan saham batu bara yang sampai sekian triliun. Namun, pada saat itu Pitsus yang menyidik perkara ini itu (saham batu bara) dilelang. Harga misalkan Rp 10 triliun dan dilelang hanya tinggal 10%. Pertanyaan saya kemana yang Rp 9 triliun? Kong kalikongnya di situ. Termasuk Krakatau Steel," ungkapnya.

"Jadi dia ini permainan menyisihkan tersangka yang seharusnya 10 tersangka bisa dikurangi menjadi lima atau empat, kemudian permainan juga dilihat dari nilai barang bukti yang semestinya. Termasuk perkaranya Mahkamah Agung, Zarob Richard. Sudah terpantau juga. Pintarnya FA ini, tidak dijadikan tersangka yang menangani perkara yang di-handle oleh Zarob," lanjutnya.

Susno Duadji juga meminta agar masyarakat harus waspada saat Febrie Adriansyah mulai masuk ke persidangan. Ia khawatir ada permainan dalam pemilihan hakim dan jaksa.

Berita Terkait
Selengkapnya