Ancam Jurnalis Pakai Sajam, Aparat Harus Tindak Tegas Pemilik PETI Malik Af, Ison, dan Timbul Regar!
Kuantan Singingi Riau - Aliansinews id. Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Pulau Baru Kopah Kabupaten Kuantan Singingi kian mengkhawatirkan.
Tidak hanya merusak lingkungan, para pelaku penambangan ilegal kini mulai berani melakukan tindakan intimidasi dan premanisme secara terang-terangan terhadap jurnalis yang sedang menjalankan tugas jurnalistiknya di lapangan.
Insiden menegangkan ini terjadi pada Rabu, 3 Juni 2026, sekitar pukul 13.47 WIB, saat sebuah tim media tengah melakukan pemantauan dan mendokumentasikan belasan unit rakit PETI yang beroperasi bebas di kawasan Pulau Baru, Kecamatan Kuantan Tengah, Kabupaten Kuantan Singingi, Riau. Aktivitas ilegal yang meresahkan warga ini terekam dalam file video "TimeVideomp4".
Berdasarkan data lapangan, belasan rakit mesin dompeng tersebut diduga kuat dimiliki oleh banyak oknum warga setempat bernama Malik Af, Ison, dan Timbul Regar dan beberapa nama pemilik lainnya.
Suasana berubah mencekam ketika para pelaku menyadari kehadiran tim media yang sedang merekam aktivitas ilegal mereka. Alih-alih menghentikan mesin, beberapa oknum pelaku justru menunjukkan reaksi agresif. Salah seorang pelaku di lokasi langsung mengambil sebilah kampak dan berjalan cepat ke arah tim media.
Dengan senjata tajam (sajam) di tangannya, pelaku melontarkan ancaman verbal secara membabi buta dan bersiap menjadikan tim media sebagai sasaran kekerasan fisik.
"Disaat tim media ketahuan merekam aktivitas tambang emas ilegal tersebut, para pelaku langsung mengancam akan mengampak. Salah satu dari mereka memegang kampak dan berjalan ke arah tim media yang akan dijadikan sasaran kekerasan dengan sajam."
" ngapain di rekam-rekam, jangan mengelak saya tadi lihat kamu merekam, coba lihat Hp nya Tersimpan di Galery" Setelah selesai berkata seperti itu salah satu tim media juga membelah timnya yang di pojokan posisinya saat merekam,. "kalau sempat ada tadi rekaman di hp nya saya kampak Kawan abg tadi cetusnya".
Beruntung, tim media berhasil mengamankan diri dari amukan pelaku, meski harus menghadapi intimidasi psikologis yang berat.