Harga minyak dunia anjlok pasca damai Iran-AS
Harga minyak mentah dunia turun drastis pada Senin (15/6/2026), setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran mengumumkan telah mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang.
Presiden AS Donald Trump mengatakan, kesepakatan tersebut akan membuka kembali Selat Hormuz, jalur pelayaran penting bagi perdagangan energi dunia.
Minyak mentah Brent, yang menjadi acuan harga minyak global, turun lebih dari 5 persen menjadi 82,84 dolar AS per barel.
Melansir BBC, Pakistan yang berperan sebagai mediator dalam upaya mengakhiri perang AS-Iran, menyatakan upacara penandatanganan resmi kesepakatan akan digelar pada Jumat, 19 Juni 2026 di Swiss.
Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Iran Kazem Gharibabadi mengonfirmasi melalui sambungan telepon yang disiarkan televisi pemerintah bahwa kesepakatan dengan AS telah rampung.
Sementara itu, analis pasar energi dari Vanda Insights, Vandana Hari menilai, minimnya rincian mengenai isi kesepakatan damai berpotensi menimbulkan ketidakpastian di pasar.
Menurutnya, kondisi tersebut dapat membuat pasar minyak menghadapi periode ketidakpastian dan volatilitas selama sepekan ke depan.
Selat Hormuz praktis ditutup sejak tidak lama setelah AS dan Israel melancarkan serangan udara ke Iran pada 28 Februari.
Setelah konflik pecah, Teheran mengancam akan menyerang kapal-kapal yang melintasi jalur strategis tersebut.