Kecam serangan Israel ke Lebanon, Trump klaim kesepakatan damai dengan Iran selangkah lagi
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengecam Israel karena melancarkan serangan ke ibu kota Lebanon, Beirut, Minggu (14/6/2026). Pasalnya, hari ini berpotensi menjadi momen penandatanganan kesepakatan damai untuk mengakhiri perang AS-Israel dengan Iran.
Melalui unggahannya di Truth Social, Trump mengatakan serangan Israel ke Beirut seharusnya tidak terjadi, terutama pada hari kesepakatan damai dengan Iran sudah di depan mata.
“Tidak boleh ada lagi serangan oleh Israel di mana pun di Lebanon, tetapi juga tidak boleh ada lagi serangan oleh pihak lain, termasuk Hizbullah, terhadap Israel. Ini bisa menjadi awal dari perdamaian yang panjang dan indah, jangan sampai kita merusaknya!" kata Trump.
Melansir Al Jazeera, pernyataan tersebut disampaikan tidak lama setelah negosiator utama Iran sekaligus Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menyampaikan bahwa serangan Israel kembali menimbulkan keraguan terhadap kredibilitas AS.
AS dan Israel telah dua kali melancarkan serangan terhadap Iran, yang memicu perang selama 12 hari pada 2025 dan perang yang berlangsung saat ini sejak 28 Februari, di tengah pembicaraan tidak langsung yang terus berlangsung mengenai program nuklir Iran.
Dalam unggahan di platform X, Ghalibaf menyatakan bahwa AS tidak berniat untuk memenuhi komitmennya atau tidak memiliki kemampuan untuk melakukannya.
“Jika Anda tidak memiliki kemauan dan kemampuan untuk memenuhi komitmen, maka tidak mungkin membicarakan kelanjutan proses ini,” ucap Ghalibaf.
Pihak berwenang menyatakan sedikitnya tiga orang tewas dalam serangan Israel di kawasan Dahiyeh, Beirut.
Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu mengatakan, militer melancarkan serangan tersebut sebagai respons atas peluncuran proyektil oleh Hizbullah ke wilayah utara Israel.