Proyek Provinsi Di Karya Nyata Tanpa Laporan Ke Unsur Pimpinan Kecamatan, Menyebabkan Terjadi Korban Pengeroyokan Seorang Jurnalis

Desa Karya Nyata Semende Darat Laut
Senin, 02 Nov 2026  11:32

Muara Enim, Aliansinews.id - Misteri proyek jalan di Desa Karya Nyata, Kecamatan Semende Darat Laut, mulai terkuak. Kepala Desa Karya Nyata, Rukiman, secara tegas menyatakan bahwa dirinya hanya mengetahui pekerjaan tersebut saat acara titik nol saja. Setelah itu, tidak ada lagi pemberitahuan apapun terkait pelaksanaan kegiatan.

Pernyataan tersebut disampaikan Rukiman kepada wartawan usai kasus pengeroyokan wartawan media Selidik Kasus, Nopri Hartono, pada Jumat, 30 Oktober 2026 di desanya.

"Saya hanya mengetahui saat titik nol pekerjaan saja. Setelah itu, kegiatan pelaksanaan tidak ada pemberitahuan lagi ke saya, baik lisan maupun tertulis," ujar Rukiman.

Rukiman menjelaskan, saat acara titik nol tersebut dihadiri oleh Ibu Surya dari Dinas Perkim Kabupaten Muara Enim, beserta pihak-pihak terkait.

Setelah titik nol, pihak pelaksana tidak pernah lagi melapor kepada Pemerintah Desa Karya Nyata, termasuk terkait metode kerja dan peralatan yang digunakan.

"Kegiatan pembangunan dilakukan dengan manual karena tidak ada laporan kepada kepala desa terkait jumlah molen atau batching plant. Saya tidak tahu mereka pakai berapa molen, pakai batching plant atau tidak, karena tidak ada laporan," tegas Rukiman.

Rukiman juga menegaskan, saat kejadian pengeroyokan wartawan terjadi, dirinya sedang berada di Muara Enim, bukan di Desa Karya Nyata.

"Saat kejadian pengeroyokan itu, saya sedang di Muara Enim. Saya tidak berada di lokasi. Saya baru tahu setelah kejadian," katanya. Hal ini sekaligus membantah jika ada yang mengaitkan Pemerintah Desa Karya Nyata dengan aksi pengeroyokan tersebut.

Fakta paling mengejutkan diungkapkan Rukiman: para terduga pelaku pengeroyokan bukan masyarakat Desa Karya Nyata, melainkan masyarakat Pulau Panggung.

Berita Terkait
Selengkapnya