Kebenaran Datang, Batil Lenyap - Makna Surah Al-Isra 81 Menurut Hadysa Prana

 
Sabtu, 19 Sep 2026  08:52

Bogor - Aliansinews id. Melihat fenomena alam berupa bulan dan bintang Venus yang tampak bersanding di angkasa, Ketua Umum sekaligus Pendiri MAUNG dan RAJAWALI, Hadysa Prana, menyampaikan renungan mendalam tentang tanda-tanda akhir zaman dan kedatangan sosok yang dinanti-nantikan sepanjang sejarah peradaban Islam: "Imam Mahdi".

"Fenomena alam ini bukan sekadar peristiwa astronomi biasa. Bulan yang setia menerangi malam, dan Venus yang bersinar terang di ufuk langit — keduanya mengingatkan kita pada janji Ilahi: di tengah gelapnya kezaliman, akan selalu ada cahaya penuntun yang datang mengembalikan kebenaran di muka bumi," ujar Hadysa Prana.

"MAHDI: SOSOK PEMBIMBING YANG DIBERIKAN PETUNJUK ILahi

Hadysa Prana menjelaskan makna mendalam dari istilah Mahdi:

"Secara bahasa, Mahdi berasal dari akar kata Hada — Yahdi, yang berarti membimbing atau menunjuk jalan yang benar. Dalam bentuk pasif, Mahdi berarti `yang mendapat petunjuk`. Ini bukan sekadar gelar, melainkan sebuah misi: sosok yang tidak hanya diberi petunjuk dari langit, tetapi juga dipercaya untuk membimbing umat manusia kembali ke jalan yang lurus di tengah krisis yang melanda dunia."

Dalam pandangan eskatologi Islam, Imam Mahdi diyakini akan hadir menjelang akhir zaman, ketika dunia dipenuhi kezaliman, ketidakadilan, dan kerusakan. Ia akan tampil sebagai pemimpin — baik secara spiritual maupun politik — yang menegakkan keadilan universal dan memulihkan kemuliaan ajaran langit di bumi.

"Kata Mahdi mengandung makna penyucian dan pembaharuan moral. Ia tidak datang dengan pedang semata, tetapi dengan kebenaran yang menyucikan hati manusia. Perjalanannya adalah perjuangan menegakkan keadilan yang dirindukan seluruh ciptaan," jelas Hadysa Prana. Jumat (18/09/26). 

DUA DASAR AL-QURAN: JANJI ALLAH TAK PERNAH GAGAL

Hadysa Prana mengingatkan pada dua ayat Al-Quran yang menjadi landasan harapan setiap orang beriman:

Berita Terkait
Selengkapnya