Begini Modus Cara Kotor dalam Praktek Desa Digital di Kabupaten Bogor

Ilustrasi.
Jumat, 08 Agu 2025  19:55

Dia menambahkan, "Sebenarnya siapa dapat pekerjaan apa itu rezeki masing-masing ya. Namun jika melihat cara mainnya, mestinya harus dihentikan, minimal memperingatkan Kades-Kades agar tidak tunduk pada tekanan, sebut saja, komplotan tersebut."

Mengenai "tekanan", Syafei menegaskan ada indikasi itu.

"Dari semua Kades yang sudah kita temui atau hubungi kan nggak ada yang bersedia disebut namanya atau desanya," kata dia.

Bahayanya Menggunakan Aplikasi Komplotan Tersebut

Lebih jauh Syafei menjelaskan resiko pihak desa apabila menggunakan aplikasi dari komplotan itu.

"Setiap aplikasi yang berkaitan dengan data itu selalu ada kumpulan datanya yang disebut dengan database. Database itu ditanam di satu server atau hosting, bisa server yang sama dengan aplikasinya, bisa pula beda server tergantung coding dari programmernya. Nah, pihak desa hanya punya akses di aplikasinya yaitu untuk entry data. Yang punya akses ke server dan databasenya siapa? Ya pihak itu," jelasnya.

Database desa apabila bisa diakses dan dikelola oleh pihak ketiga, menurut Syafei, sangat beresiko.

"Iya kalau pihak itu punya integritas, kalau tidak lalu bagaimana? Dari caranya mendapatkan pekerjaan itu saja sudah kotor, apa ya masih bisa percaya bagaimana kelanjutannya?` tegasnya.

Jika tetap menggunakan aplikasi dari komplotan itu, kata Syafei, resikonya justru ada di kepala desa.

Berita Terkait
Selengkapnya