Warga Jakut Ditemukan Tewas Di Cimahi, LAI: Kepolisian Jangan Saling Lempar
"Mereka 7 orang, awalnya 2 orang yang masuk berambut gondrong, lalu 5 orang lagi yang rata-rata berambut cepak ikut masuk ke dalam rumah. Saya memohon dan merangkul kaki mereka, sebab apa suaminya ditangkap, namum tidak ada yang mau memberi keterangan. Salah satu dari mereka merampas HP saya, saya coba minta namun tidak diberikan dan mereka bilang nanti ambil saja di Polda Metro Jaya, kata salah satu dari mereka yang berambut cepak," ujar Ibu dua anak tersebut sambil menangis.
Untuk diketahui, keterangan Ketua RW 011, Tugu Utara, Koja Jakut pada hari Sabtu saat kejadian, datang 7 (tujuh) orang yang mengatasnamakan DIREKTORAT NARKOBA POLDA METROJAYA, minta izin mau mendatangi rumah Dul K (korban), dan mereka bilang Sdr Dul K sudah mereka tangkap di wilayah Cilincing, Jakut.
Menurut Ketua RW, setelah selesai dari rumah Sdr. Dul K mereka ke-7 (tujuh) orang tersebut kembali lagi ke rumah Ketua RW untuk berpamitan. Setelah sudah larut malam Sdr. Dul K tidak kunjung pulang kerumahnya, kemudian istri korban meminta saudaranya untuk mengecek keberadaan suami saya di Polda Metro Jaya malam Sabtu dan Minggu pagi.
Sam (Abang korban) dan Tasan (paman korban) saat menerima informasi yang di sampaikan oleh petugas piket DIT RES NARKOBA POLDA METRO JAYA, bahwa suami korban yang bernama Dul K, benar berada di Polda, namun petugas jaga piket tidak mengizinkan untuk melihat dan atau menemui Dul K. Menurut petugas jaga Sabtu malam dan Minggu siang, biasanya petugas yang memberikan alamat, biasanya benar petugas Narkoba PMJ.
Selasa, (25/07/2023) siang, ada kabar penemuan mayat oleh masyarakat di wilayah hukum Cimahi, Jabar. Pihak keluarga menerima kabar dan datang ke Polsek Koja dan dimintai keterangan oleh pihak penyidik dan menduga mayat tersebut adalah Dul K, sesuai keterangan dan foto motor korban dari pihak penyidik Polsek Cipatat yang datang ke Polsek Koja, sambil memintai keterangan MM dan Ketua RW. 11.
Hingga saat belum ada keterangan resmi terkait kasus pembunuhan yang membawa-bawa nama DIT RES NARKOBA POLDA METRO JAYA tersebut dari pihak Polda Jabar dan Polda Metro Jaya. (red)


