Tutup lebih awal, SMP Negeri 1 Kayu agung diduga lakukan Maladministrasi, Sistem Zonasi PPDB 2024
Sedangkan untuk jalur prestasi sisa kuota, untuk jalur afirmasi memiliki kuota 15 %, dan perpindahan orang tua kuotanya 5 %.

Ketua DPD BPAN LAI Sumsel, Syamsudin Djoesman mengatakan, PPDB sistem zonasi sudah mulai bermasalah sejak awal. Mulai dari penyiapan aplikasi, aturan teknis, pelaksanaan kesiapan petugas memahami aturan. Berbagai masalah yang ditemukan setiap tahun, Selasa (7/5/2024)
Sesungguhnya, sistem zonasi yang diterapkan Kemendikbud cukup bagus karena berusaha menghilangkan ketimpangan yang luar biasa antara sekolah di daerah pinggiran dengan yang di kota dan antara sekolah favorit dengan sekolah nonfavorit.
BPAN LAI Sumsel sendiri menyarankan agar sistem zonasi dilanjutkan dengan catatan penting, yaitu perencanaan dan pengawasan yang ketat.
"Karena di daerah masih ada Bupati dan Gubernur yang belum melaksanakan sehingga terjadi kesemrawutan," jelas Syamsudin
BPAN LAI Sumsel meminta pihak-pihak terkait membuat semacam rancangan dan skenario agar tidak terjadi lagi dugaan maladministrasi. Yang diduga di lakukan oleh pihak SMP Negeri 1 Kayu agung dengan menutup pendaftaran bagi calon siswa pertanggal 6 Mei kemarin.
Pihaknya juga menduga, terdapat jual-beli surat domisili, adanya intervensi pejabat darah tertentu, ditemukannya pungutan liar, ketidaksesuaian titik kordinat di jaringan online, maka perlu bekerja sama dengan Kemendagri," tambah Syamsudin
Seharusnya dengan sistem zonasi, seharusnya pihak sekolah sudah bisa mengetahui calon-calon siswanya sejak dua atau tiga bulan sebelumnya sehingga dapat memberi tahu orang tua siswa bahwa anaknya akan menjadi murid di sekolah yang dikelola." tandasnya. ( Tri Sutrisno)


