Supriyanto Bantah Tuduhan Intimidasi Anggota PSHT, Kuasa Hukum Sebut Ada Upaya Pembunuhan Karakter
“Oknum tersebut tampaknya memiliki agenda tersembunyi dengan memanipulasi opini publik. Pernyataan mereka sangat berbahaya karena dapat memicu konflik yang tidak perlu,” tegasnya.
Mualimin menegaskan komitmen Supriyanto untuk menghormati prinsip demokrasi dalam Pilkada OKI 2024. Menurutnya, setiap individu berhak menentukan pilihannya tanpa tekanan.
“Kami memghormati hak politik setiap anggota PSHT dan masyarakat umum, konsolidasi kader PSHT yang dilakukan itu wajar apalagi faktanya Cawabup Supriyanto pernah memimpin organisasi ini selama 10 tahun", ujarnya.
Ia mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya pada informasi yang beredar di media sosial tanpa verifikasi.
“Di era digital ini, informasi yang tidak akurat dapat tersebar dengan cepat. Saya harap masyarakat bijak dalam menyaring informasi dan tidak terburu-buru mempercayai berita yang sudah dipelintir. Mari kita jaga ketenangan dan suasana damai menjelang Pilkada,” tutupnya.
Mualimin menambahkan, jika tuduhan tanpa dasar ini terus disebarkan, pihaknya akan mengambil tindakan hukum.
“Fitnah seperti ini harus dihentikan. Jika perlu, kami akan membawa persoalan ini ke ranah hukum agar mereka yang bertanggung jawab dapat dimintai pertanggungjawaban,” pungkasnya.
Sebagaimana diberitakan diberbagai media sebelumnya Calon Wakil Bupati Ogan Komering Ilir (OKI) dari pasangan nomor urut 02, Supriyanto, menuai sorotan publik setelah pernyataan kontroversialnya tersebar. Supriyanto diduga mengancam akan "menyelesaikan" anggota Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) yang tidak mendukung pasangan calon 02, Muchendi Mahzareki-Supriyanto.
Dalam sebuah kegiatan di Desa Gading Raja, Pedamaran Timur, Rabu (6/11/2024), Supriyanto dikabarkan menginstruksikan peserta untuk mendata anggota PSHT yang tak sejalan, "Kalau ketemu orang PSHT yang tidak sepaham dengan 02, catat namanya. Kita selesaikan nanti," ungkapnya dalam video yang kemudian viral di media sosial.


