Sumur Kawak dan Cikal Bakal Desa Taraman Sragen, Bulan Suro Banyak di Kunjungi Peziarah
Sendang itu berbentuk lingkaran dengan tatanan batu bata berukuran besar-besar, seperti batu bata zaman Majapahit. Diameter sumur itu sekitar 3 meter dengan kedalaman sekitar 6 meter dari bibir sumur.
Di sendang itu, kata dia, pernah ada pohon beringin dan pohon sepreh besar. Kini, dua pohon itu sudah tidak ada dan menjadi pekarangan rumah warga.
Dari makam Kiai Mentaram ke timur secara berurutan ada Sendang Kroyo, Sendang Grompolan, Sendang Jipangan, sampai wilayah Desa Jambanan. Lokasi-lokasi itu masih ada hubungannya dengan Kiai Mentaram.
“Dulu makam Kiai Mentaram ini hanya gundukan tanah di bawah pohon randu alas. Kemudian oleh padepokan dibangun. Di kanan kiri makam ini merupakan makam umum campuran tetapi sudah tidak aktif,” imbuhnya.
Marto menjelaskan tak ada yang tahu asal usul Kiai Mentaram ini siapa. Tetapi warga meyakini Kiai Mentaram seorang wali. Orang tua terdahulu juga tidak menceritakan tentang siapa sosok Kiai Mentaram.
"Dulu tempat ini jarang digunakan untuk tirakat karena kalau ada yang tiduran langsung dipindah ke sawah, sekarang berbeda, banyak warga dari luar Sragen yang tirakat di tempat ini, seperti dari Irian Jaya, Sumatra, Bali, Jakarta, dan seterusnya." tandas dia. (Awi)


