Sultan Palembang Hadiri Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional 2024
Menyadari bahwa penanganan narkotika bukan hanya tanggung jawab satu pihak, Tri menekankan pentingnya kolaborasi dengan semua stakeholder, termasuk masyarakat umum, tokoh agama, dan pemerintah setempat. Edukasi dan sosialisasi menjadi kunci utama untuk membangun kesadaran akan bahaya narkoba dan pentingnya menolaknya sejak dini.
Dalam konteks peringatan HANI 2024, tema "Masyarakat Bergerak, Melawan Narkoba Mewujudkan Indonesia Bersinar" diangkat sebagai panggilan untuk bergerak bersama-sama. Tri mengapresiasi kontribusi semua pihak, termasuk Pemda, TNI, dan Polri, dalam mendukung upaya P4GN. Dengan dukungan yang kuat dari seluruh komponen masyarakat, ia optimis bahwa peredaran narkoba dapat ditekan secara signifikan.
Tri juga menyoroti perlunya mengurangi demand (permintaan) dan supply (penyediaan) narkoba secara bersamaan. Sementara upaya menekan supply ditargetkan kepada para bandar, penurunan demand dapat dicapai melalui program rehabilitasi dan pemberdayaan masyarakat.
Pada akhir pembicaraannya, Tri menegaskan harapannya agar masyarakat Sumatera Selatan tidak terpedaya oleh rayuan para bandar narkoba. Dengan bersatu dan membangun ketahanan bersama, ia yakin bahwa peredaran narkoba dapat dihentikan dan Indonesia akan menjadi negara yang lebih aman dari ancaman ini.
Peringatan HANI 2024 bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi panggilan nyata untuk bertindak. Melalui kerja keras, kolaborasi lintas sektor, dan kesadaran masyarakat, Sumatera Selatan bertekad untuk menegakkan supremasi hukum dan melindungi generasi muda dari ancaman narkoba. Dengan semua pihak bergandengan tangan, visi Indonesia bersinar tanpa narkoba dapat segera terwujud.(Manda)


