SMAN 14 Palembang Gelar Edukasi Pengelolaan Sampah dan Pupuk Organik
Selain itu, Hendy mengingatkan pentingnya sosialisasi tentang plasmanutfah, yaitu keanekaragaman hayati yang ada di Sumatera Selatan, agar masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan sekitar.
Praktik Pengolahan Sampah di SMAN 14 Palembang
Siswa SMAN 14 Palembang juga mendapatkan pelatihan dalam pengelolaan sampah organik. Novi Sulastri, S.Pd., Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, menjelaskan bahwa dalam pembuatan pupuk organik, ada beberapa bahan yang tidak boleh dicampurkan, seperti kulit kerang, daun jagung, ilalang rumput, kaleng minuman, dan sampah basah.
Sementara itu, Hj. Netriwati, S.Pd., M.Si., Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, berharap ilmu yang didapatkan dalam kegiatan ini bisa diterapkan oleh siswa, baik di sekolah maupun di rumah.
"Dengan memahami cara mengelola sampah yang benar, siswa bisa berkontribusi dalam mengurangi jumlah sampah di lingkungan sekitar," ujarnya.
Antusiasme Siswa dalam Kegiatan Lingkungan
Salah satu siswa kelas XI.F-7, Kirani Khairunnisa, menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan ini. Menurutnya, program ini melengkapi praktik kurikulum merdeka yang sebelumnya telah mereka jalankan di sekolah.
"Awalnya, kami merasa pembuatan pupuk organik itu sulit karena kurangnya pengetahuan. Namun, setelah beberapa kali mencoba, akhirnya kami berhasil," kata Kirani.
Ia juga berpesan kepada teman-temannya agar tidak hanya mengandalkan pelajaran di sekolah, tetapi juga memanfaatkan internet dan media sosial untuk memperluas wawasan.


